peezycoineth.vip

Pengamat: Pertumbuhan ekonomi dan swasembada pangan modal diplomasi RI

2026-08-14 12:01
Pertumbuhan dan swasembada bukan hanya pencapaian dalam negeri, tapi kartu diplomasi yang meneguhkan posisi Indonesia di tengah rivalitas global

Jakarta (ANTARA) - Pengamat hubungan internasional Universitas Budi Luhur, Andrea Azzqy, menilai bahwa capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 dan swasembada pangan dapat menjadi fondasi penting bagi diplomasi ekonomi Indonesia.

“Capaian ini memperkuat posisi tawar RI dalam negosiasi dagang dengan negara besar, terutama di tengah ketegangan global akibat kebijakan tarif AS,” kata Andrea kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Andrea menilai bahwa narasi kemandirian pangan dan energi dapat diproyeksikan sebagai instrumen diplomasi kedaulatan yang menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya sebatas pasar, melainkan juga aktor yang mampu menjaga stabilitas domestik dan berkontribusi pada ketahanan regional.

Meskipun demikian, Andrea menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia tetap perlu membuktikan bahwa capaian itu benar-benar mampu menjaga stabilitas domestik serta juga dapat berkontribusi pada ketahanan regional ke depannya.

Andrea juga menilai bahwa kemandirian ekonomi dapat memberi legitimasi tambahan bagi Indonesia sebagai negara kekuatan menengah (middle power) yang mandiri di Indo-Pasifik, terutama dalam forum seperti ASEAN, BRICS, dan IORA.

Namun, dia melanjutkan, konsistensi implementasi dan pengawasan distribusi tetap menjadi faktor penentu agar capaian domestik tidak berhenti pada “retorika”; sebuah hal yang ditunggu-tunggu pasar maupun komunitas internasional.

“Kuncinya dapat ditegaskan: ‘Pertumbuhan dan swasembada bukan hanya pencapaian dalam negeri, tapi kartu diplomasi yang meneguhkan posisi Indonesia di tengah rivalitas global’,” kata Andrea.

Dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026 tumbuh 5,61 persen dan pada semester pertama 2026 tumbuh 5,45 persen.

Prabowo juga menyebutkan bahwa dalam kurun satu tahun ini, Indonesia telah mampu mencapai swasembada delapan komoditas pangan, yakni beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam dan bawang merah, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Di sektor energi, pemerintah telah melanjutkan kebijakan mandatori biodiesel B50 yang bertujuan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar secara substansial.

Baca juga: Titiek Soeharto apresiasi capaian swasembada pangan Presiden Prabowo

Baca juga: Prabowo: Indonesia swasembada delapan komoditas pangan dalam setahun

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.