Pengangguran di Jatim pada Mei 2026 berkurang 26.320 orang - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah pengangguran di Jawa Timur berkurang 26.320 orang menjadi 866,32 ribu pada Mei 2026 dibanding bulan Februari 2026, dengan total penduduk angkatan kerja sebanyak 25,32 juta orang.
"Apabila dibandingkan Februari 2026, jumlah pengangguran di Jawa Timur berkurang sebesar 26,32 ribu orang," kata Plt. Kepala BPS Jatim Herum Fajarwati dalam konferensi pers di Surabaya, Rabu.
BPS mengatakan Penduduk Usia Kerja (PUK) merupakan semua orang yang berumur 15 tahun ke atas dan akan cenderung meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk di suatu wilayah.
PUK Jawa Timur pada Mei 2026 sebanyak 33,70 juta orang atau bertambah sebanyak 77,28 ribu orang dibandingkan Februari 2026 dengan sebagian besar merupakan angkatan kerja yakni mencapai 25,32 juta orang sedangkan sisanya termasuk bukan angkatan kerja sebanyak 8,38 juta orang.
Dari komposisi angkatan kerja pada Mei 2026 sebanyak 25,32 juta ini terdiri dari 24,46 juta orang penduduk bekerja dan 866,32 ribu orang pengangguran.
Apabila dibandingkan Februari 2026, jumlah pengangguran di Jawa Timur berkurang sebesar 26,32 ribu orang sedangkan jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk bekerja masing-masing bertambah sebanyak 179,21 ribu orang dan 205,53 ribu orang.
Tingkat Pengangguran Terbuka di Jatim pada Mei 2026 sebesar 3,42 persen turun 0,13 persen dibandingkan Februari 2026 dengan lulusan Sekolah Menengah Atas Kejuruan (SMK) menempati urutan tertinggi yaitu sebesar 5,79 persen.
Sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang mengindikasikan besarnya persentase penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi di Jatim pada Mei 2026 tercatat sebesar 75,14 persen atau naik 0,36 persen dibandingkan Februari 2026.
Berdasarkan jenis kelamin pada Mei 2026, TPAK laki-laki di Jatim sebesar 87,80 persen yaitu lebih tinggi dibanding TPAK perempuan yang sebesar 62,73 persen.
Herum menyebutkan terdapat tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling banyak yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 31,77 persen; perdagangan besar dan eceran sebesar 18,63 persen; serta industri sebesar 14,64 persen.
Di sisi lain, tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling rendah yaitu penyediaan listrik dan gas sebesar 0,16 persen, real estat 0,29 persen, dan lapangan usaha treatment air, sampah, dan daur ulang yang menyerap 0,30 persen.
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.