Pengelolaan sampah pasar bantu urai masalah lingkungan
Pengelolaan sampah pasar bantu urai masalah lingkungan
Rabu, 19 Agustus 2026 17:49 WIB
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dalam kegiatan pengelolaan sampah pasar. ANTARA/HO-Pemprov Lampung.
Pada prinsipnya kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan baik dari organisasi, komunitas, masyarakat, aktivis lingkungan
Bandarlampung (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela mengatakan bahwa adanya upaya pengelolaan sampah pasar oleh komunitas atau masyarakat dapat membantu mengurai sejumlah persoalan lingkungan di wilayahnya.
"Pada prinsipnya kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan baik dari organisasi, komunitas, masyarakat, aktivis lingkungan dan lain sebagainya yang membantu mengelola sampah di Lampung, yang memang menjadi persoalan lingkungan yang luar biasa," ujar Jihan Nurlela di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan pengolahan sampah organik dari pasar menjadi pupuk memiliki nilai strategis, karena tidak hanya membantu mengurangi beban sampah, tetapi juga berpotensi mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan.
"Terkait distribusi pupuk organik yang dihasilkan bisa mengkomunikasikan dengan dinas perindustrian dan perdagangan untuk membantu mengakomodasi produk untuk masuk ke pasar. Dan penerimaan produk oleh masyarakat tetap bergantung pada kualitas dan minat konsumen," katanya.
Menurut dia, adanya program Pupuk Hayati Cair (PHC) yang saat ini sudah dilaksanakan di desa dapat pula diintegrasikan dalam Program Desa KIMUJA yang telah menjangkau sekitar 1.300 titik desa untuk membantu mengelola sampah pasar menjadi pupuk.
"Pengelolaan sampah di pasar merupakan kewenangan pemerintah kabupaten dan kota. Dan Pemerintah Provinsi Lampung tidak dapat secara langsung mengarahkan seluruh pasokan sampah pasar kepada satu yayasan atau perusahaan. Namun kami dapat mengambil peran melalui koordinasi, dan fasilitasi agar dapat berkomunikasi dengan pemerintah kabupaten dan kota yang memiliki kewenangan atas pengelolaan sampah di wilayahnya," ucap dia.
Dia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung juga akan mendorong pemerintah kabupaten dan kota, untuk melihat peluang kerja sama dengan berbagai pihak dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah pasar.
"Kami membuka peluang untuk mendiskusikan kemungkinan pengembangan dan adopsi bahan maupun inovasi yang dikembangkan, dengan tetap mempertimbangkan karakteristik serta ketersediaan bahan baku di masing-masing daerah. Karena kami membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, yayasan, komunitas, dan organisasi yang memiliki perhatian terhadap persoalan lingkungan," tambahnya.
Tanggapan tambahan dikatakan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung Riski Sofyan.
"Masih terdapat peluang besar untuk mengembangkan pengelolaan sampah di sejumlah daerah yang belum tersentuh secara optimal, mengingat volume sampah dari pasar di berbagai kabupaten dan kota masih cukup tinggi," ujar Riski Sofyan.
Ia melanjutkan pihaknya pun akan memfasilitasi sosialisasi program pengelolaan sampah pasar oleh komunitas dan masyarakat kepada pemerintah kabupaten serta kota. Sehingga masing-masing daerah dapat mengetahui potensi kerja sama yang dapat dikembangkan.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.