peezycoineth.vip

Penjualan Motor Naik 2,16 Persen, Ekspor Komponen Melonjak 28,87 Persen

2026-10-03 02:38

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Jakarta, VIVA – Industri sepeda motor nasional masih menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Penjualan di pasar domestik mencapai 4,36 juta unit, meningkat 2,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga

Kinerja tersebut turut menopang industri alat angkutan lainnya yang masih berada dalam fase ekspansi pada September 2026. Berdasarkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang dirilis Kementerian Perindustrian, subsektor ini menjadi kelompok industri dengan tingkat ekspansi tertinggi kedua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Feby Setyo Hariyono, menyampaikan bahwa industri alat angkutan lainnya mencatat perkembangan positif pada September 2026. Kondisi tersebut terlihat dari variabel pesanan dan produksi yang sama-sama masih berada dalam fase ekspansi.

Baca Juga

Selain pasar domestik, kinerja industri sepeda motor juga ditopang oleh peningkatan ekspor. Secara kumulatif, ekspor sepeda motor dalam bentuk completely built up (CBU) meningkat 18,19 persen, sedangkan ekspor komponen tumbuh lebih tinggi, yakni 28,87 persen.

“Tidak hanya pasar domestik, kinerja ekspornya juga menunjukkan perkembangan yang positif. Secara kumulatif, ekspor sepeda motor dalam bentuk CBU meningkat 18,19 persen, sedangkan ekspor komponen tumbuh 28,87 persen,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Sabtu (2/10/2026).

Baca Juga

Pertumbuhan ekspor komponen tersebut menunjukkan bahwa aktivitas industri pendukung sepeda motor juga mengalami perkembangan. Rantai pasok komponen menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan produksi kendaraan roda dua di dalam negeri.

Secara keseluruhan, Indeks Kepercayaan Industri September 2026 tercatat sebesar 51,93. Angka tersebut masih berada di atas level 50 yang menandakan ekspansi, meskipun turun 0,37 poin dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 52,30.

Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, sebanyak 15 subsektor mengalami ekspansi dan delapan lainnya mengalami kontraksi. Kelompok subsektor yang ekspansif memiliki kontribusi sebesar 84,4 persen terhadap produk domestik bruto industri pengolahan nonmigas pada Triwulan II 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kementerian Perindustrian menyatakan, momentum pertumbuhan industri alat angkutan perlu dijaga melalui pemeliharaan kapasitas produksi, penguatan rantai pasok, dan keberlanjutan permintaan pasar. Langkah tersebut diperlukan agar industri dapat menghadapi perubahan kondisi ekonomi global maupun domestik.

Dengan penjualan domestik yang masih tumbuh dan ekspor yang meningkat, industri sepeda motor menjadi salah satu penopang aktivitas manufaktur nasional pada 2026. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada kemampuan industri menjaga permintaan sekaligus mempertahankan kelancaran produksi dan distribusi.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna (tengah)

Kejagung Ungkap Drama Ribuan Motor Listrik BGN, 5 Orang Jadi Tersangka

Kejagung mengungkap dugaan kejanggalan dalam pengadaan motor listrik BGN. Proyek yang semula mengadakan 25.644 unit motor listrik itu kini menyeret 5 orang jadi tersangka

VIVA.co.id

2 Oktober 2026