peezycoineth.vip

Percepat PLTS 100 GW, Bahlil pangkas birokrasi tender

2026-09-22 11:34

Percepat PLTS 100 GW, Bahlil pangkas birokrasi tender

Selasa, 22 September 2026 18:34 WIB

Image Print

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberi keterangan setelah acara Electricity Connect 2026 yang digelar di Tangerang, Banten, Selasa (22/9/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pihaknya akan memangkas birokrasi untuk mempersingkat proses tender, sehingga bisa mempercepat realisasi pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW).

"Sekarang saya lagi melakukan penyesuaian aturan bagi perusahaan-perusahaan yang memang kompetitif dan mempunyai kemampuan teknologi yang baik, kami pertimbangkan untuk tendernya tidak perlu terlalu lama," ujar Bahlil dalam acara Electricity Connect 2026, yang digelar di Tangerang, Banten, Selasa.

Bahlil menyampaikan akan langsung menunjuk perusahaan yang memang memiliki nilai ekonomis, alih-alih melalui proses tender yang berlarut-larut, sehingga dapat mempersingkat waktu realisasi program PLTS 100 GW.

"Kami pangkas birokrasinya. Kalau memang ekonomis, kami tunjuk dia saja. Enggak usah terlalu lama-lama, yang penting bisa saling menguntungkan dan win-win. Win-win itu yang paling penting," kata Bahlil.

Dalam kesempatan terpisah, Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan pemangkasan birokrasi tersebut adalah memotong waktu tender yang memakan waktu lama, menghilangkan jeda ketika terjadi gagal lelang, hingga memangkas waktu kajian agar tidak berlangsung terlalu lama.

"Misalnya, tendernya yang makan waktu yang lama, kajiannya terlalu lama, kemudian kalau misalnya terjadi gagal lelang, terus kemudian ada break dulu baru dilelang lagi, dan lain sebagainya, itu yang dipangkas," kata Tri.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia dapat merampungkan PLTS 100 GW dalam tiga tahun untuk memastikan kemandirian energi Indonesia.

Presiden menyoroti bahwa kapasitas pembangkit listrik di Indonesia baik yang menggunakan batu bara, minyak, gas dan panas bumi (geothermal) saat ini mencapai 88 gigawatt.

Dengan pembangunan itu, maka dapat memastikan tercapainya kemandirian dan ketahanan energi tanah.

Tak hanya kemandirian energi, pembangunan pembangkit listrik itu juga akan mampu mengurangi pengeluaran negara. Dengan pembangunan 100 GW PLTS dapat mendukung efisiensi biaya listrik mencapai Rp73,9 triliun.

Pewarta : Putu Indah Savitri
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.