peezycoineth.vip

Percepat validasi data, Pemkab Aceh Tamiang kebut pembangunan Huntap - ANTARA News Aceh

2026-09-18 11:33

Aceh Tamiang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus memvalidasi data lapangan untuk percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) insitu dan mandiri (di tanah sendiri) bagi para korban banjir dengan mengandalkan kerja taktis hingga pengawasan ketat.

"Hal yang pertama kami lakukan adalah menurunkan tim teknis memvalidasi data sesuai dengan data BNBA (By Name By Address), apakah nama-nama yang ada dalam SK sudah sesuai dan apakah mereka benar-benar berhak menerima rumah ini," kata Koordinator Huntap BPBD Aceh Tamiang, Mukhsal, di Aceh Tamiang, Jumat.

Pembangunan huntap tersebut menggandeng empat inventor dengan lisensi dan type rumah yang berbeda, diantaranya PT Gubah Fifarian Indotama (guffarindo) type Rumah Aman Gempa (RAG).

Kemudian, PT Haza Gemilang Abadi type Rumah Instan Aman Praktis (Rumantis), PT Era Modular Perkasa type Rumah Pasangan Keluarga Harapan (Rupawan), dan PT Guriang Manggung Padjadjaran type Rumah Instan Kuat Sehat Aman (Riksa).

"Seluruh proses pembangunan berpedoman pada hasil validasi ketat dari tim teknis, sekaligus untuk memastikan bantuan hunian dari pemerintah tersebut tepat sasaran," ujarnya.

Dirinya menyampaikan, berkat kerja keras tim teknis dilapangan, data yang dihimpun hingga pertengahan September ini menunjukkan progres validasi tingkat kabupaten telah mencapai 93 persen.

Di mana, dari total 5.560 KK data awal penerima huntap, sebanyak 3.704 KK data telah dinyatakan penerima sah dan berhak.

Disisi lain, sebanyak 1.065 KK lainnya masuk dalam kategori data penerima tidak berhak karena berbagai alasan seperti data ganda, sengketa kepemilikan lahan, hingga status menumpang. 

"Angka ini dapat bertambah seiring penyelesaian pelaksanaan validasi di lapangan," katanya.

Sementara itu, salah satu anggota Tim Teknis, Andri mengatakan bahwa validasi data dilakukan secara maraton dengan mendatangi langsung lokasi warga guna menghindari kesalahan.

Pengecekan lapangan sendiri ini melihat terkait status kepemilikan tanah secara sah, mengeliminasi potensi data ganda, hingga memastikan calon penerima bukanlah warga dengan status keluarga menumpang.

"Kami turun langsung door-to-door untuk mencocokkan kondisi faktual di lapangan dengan data administratif," kata Andri.

Berdasarkan data progres pembangunan huntap institusi dan mandiri per 14 September 2026, jumlah unit hunian yang sudah rampung 100 persen mencapai 67 unit, sementara 245 unit lainnya masih berada dalam tahap pengerjaan.

Sebagai informasi, pembangunan huntap saat ini di Aceh Tamiang dilaksanakan melalui dua skema utama, yaitu insitu dan relokasi mandiri. 

Untuk skema insitu, pembangunan dikerjakan langsung oleh vendor dengan besaran anggaran senilai Rp60 juta per unit sumber anggaran dari pemerintah pusat. 

Pewarta: Andre
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.