Pergerakan rupiah dipengaruhi ekspektasi pengetatan kebijakan Fed
Pergerakan rupiah dipengaruhi ekspektasi pengetatan kebijakan Fed
Jumat, 25 September 2026 11:00 WIB
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menghadiri kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 di Satuan Kapal Patroli (Satrol) Komando Daerah Angkatan Laut XII (Koarmada XII), Jalan Komodor Yos Sudarso pada bulan Mei 2026 lalu. (ANTARA/Rendra Oxtora)
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat, bergerak melemah 17 poin atau 0,09 persen menjadi Rp17.933 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.916 per dolar AS.
Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menilai pergerakan rupiah dipengaruhi peningkatan ekspektasi pengetatan kebijakan Federal Reserve (The Fed).
“Data PMI (Purchasing Managers' Index) AS yang lebih kuat dari perkiraan secara signifikan meningkatkan ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan The Fed lebih lanjut, dengan pasar kini memperhitungkan potensi kenaikan suku bunga hingga 50 bps (basis points) sepanjang sisa 2026,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Data Flash PMI AS September menunjukkan aktivitas bisnis tumbuh cukup kuat, dengan Composite PMI naik menjadi 58,4 dari 56,0 pada Agustus dan menjadi level tertinggi sejak Juli 2021
Pasar kemudian meningkatkan ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan The Fed lebih lanjut tahun ini, dengan harga pasar kini mengimplikasikan probabilitas hampir 64 persen untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 bps pada Oktober 2026. Pernyataan hawkish dari sejumlah pejabat The Fed baru-baru ini turut memperkuat ekspektasi tersebut.
Sementara itu, lanjut Josua, kenaikan harga minyak lebih dari 1 persen turut menambah tekanan terhadap rupiah di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi global dan risiko geopolitik.
“Kenaikan harga minyak di tengah berlanjutnya ketegangan AS–Iran semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap prospek inflasi. Upaya diplomatik di sela-sela Sidang Umum PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) masih menunjukkan kemajuan yang terbatas dalam menyelesaikan konflik tersebut, sementara harga diesel AS mencapai rekor tertinggi baru, yang semakin memperkuat tekanan kenaikan inflasi terkait energi,” ujar dia.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.875-Rp17.975 per dolar AS.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pergerakan rupiah dipengaruhi ekspektasi pengetatan kebijakan Fed
Pewarta : M Baqir Idrus Alatas
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026