Perpusnas beri bantuan teknis masyarakat kelola naskah kuno Nusantara
Bantuan juga berkaitan dengan berbagai aktivitas konservasi, karena naskah dapat mengalami kerusakan akibat sejumlah faktor
Jakarta (ANTARA) - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) memberikan fasilitas bantuan teknis untuk masyarakat yang memiliki koleksi maupun minat dalam mengelola naskah-naskah kuno Nusantara.
Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz mengemukakan bantuan teknis diberikan untuk membantu pihak yang memiliki atau mengelola naskah dalam memahami kondisi naskah yang mereka miliki.
"Tahap awal mencakup pengenalan dan identifikasi kondisi naskah, termasuk tingkat kerusakan serta kebutuhan penanganannya. Bantuan juga berkaitan dengan berbagai aktivitas konservasi, karena naskah dapat mengalami kerusakan akibat sejumlah faktor," katanya dalam taklimat media tentang merawat ingatan kolektif bangsa di Jakarta, Senin.
Baca juga: Perpusnas dekatkan sejarah ke generasi muda lewat 50 komik naskah kuno
Aminudin menegaskan salah satu fokus utama adalah bagaimana naskah dapat dipreservasi agar tetap lestari dan tidak semakin rapuh atau lapuk. Bantuan yang diberikan juga dapat berupa penggunaan alat atau bahan kimia tertentu dalam proses konservasi.
"Jika bagian naskah terpisah atau rusak, perlu dilakukan upaya untuk menyambungkan kembali bagian-bagian tersebut agar naskah dapat dibaca, sehingga bantuan bahan-bahan kimia ini tentu sangat penting, bahkan ketika bagian tertentu sudah hilang, terdapat kemungkinan dilakukan rekonstruksi untuk mengetahui atau memperkirakan isi teks," paparnya.
Bantuan teknis berikutnya yang diberikan oleh Perpusnas untuk mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam pelestarian naskah kuno Nusantara yakni digitalisasi naskah melalui teknologi atau peralatan yang sehari-hari digunakan pemilik, misalnya gawai.
Baca juga: Perpusnas sebut pentingnya AI dalam pelestarian naskah kuno Nusantara
"Misalnya dengan melakukan pemindaian atau pemotretan menggunakan kamera. Tim Perpusnas telah memperoleh pelatihan digitalisasi naskah melalui program Fulbright dari Amerika Serikat, mencakup pemanfaatan peralatan yang tersedia di lingkungan sendiri untuk memotret naskah dan mengubah hasilnya menjadi file digital," tuturnya.
Digitalisasi tersebut tidak hanya berlaku untuk naskah berbahan kertas, tetapi juga naskah berbahan bambu atau material tiga dimensi lainnya. Khusus untuk naskah tiga dimensi, diperlukan teknik pemotretan khusus agar bentuk dan informasi pada naskah dapat terdokumentasikan dengan baik.
"Setelah memiliki kemampuan tersebut, tim diharapkan dapat melakukan digitalisasi naskah secara mandiri," ucap Aminudin.
Selain bantuan teknis konservasi dan digitalisasi, terdapat pula bantuan fisik dari Perpusnas untuk melakukan inventarisasi naskah, yang menjadi salah satu bagian penting sebelum naskah masuk ke tahap pelestarian dan pemanfaatan lebih lanjut.
Baca juga: Penyelamatan naskah Nusantara Indonesia tingkatkan kecakapan literasi
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.