peezycoineth.vip

Pertamina: 57 Persen SPBU Sudah Salurkan Biosolar Baru

2026-07-12 04:48

Perluasan distribusi ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan energi berbasis domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiani Dewi, mengatakan penyaluran B50 tidak hanya dilakukan di wilayah Jakarta, tetapi juga telah menjangkau berbagai daerah di Pulau Jawa, Sumatera hingga sebagian Sulawesi.

Baca Juga: Wakil Ketua DPR Sari Yuliati Apresiasi Peluncuran Biodiesel B50: Langkah Strategis Menuju Kemandirian Energi Nasional

"57 persen SPBU (Biodiesel) Pertamina sudah ada di Jawa, Sumatera, terus sebagian Sulawesi juga ada, jadi mulai menyebar. Kurang lebih sudah ada 57 persen lah sudah tersalurkan," kata Eniya di Rest Area Tol Cikampek KM 57A, Kamis (9/7/2026).

B50 merupakan bahan bakar jenis solar yang dicampur dengan biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 50%. Kebijakan ini menjadi kelanjutan dari program mandatori biodiesel yang sebelumnya telah diterapkan mulai dari B20, B30, B35 hingga B40.

Sejalan dengan implementasi tersebut, PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Commercial & Trading, PT Pertamina Patra Niaga, menyatakan siap menjalankan penugasan pemerintah dalam mendukung pelaksanaan Program Mandatori Biodiesel B50.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan implementasi B50 menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan sekaligus kemandirian energi nasional melalui peningkatan penggunaan energi yang berasal dari dalam negeri.

Menurut Simon, program tersebut diproyeksikan mampu menekan kebutuhan impor solar hingga sekitar 18 juta kiloliter pada 2026, atau setara sekitar 310 ribu barel per hari.

"Pertamina berkomitmen mendukung keberhasilan program strategis ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian energi Indonesia," ujar Simon dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan perusahaan memiliki pengalaman dalam mendukung berbagai tahapan implementasi mandatori biodiesel yang dijalankan pemerintah.

Menurut dia, pengalaman sejak penerapan B20 hingga B40 menjadi bekal penting dalam memastikan transisi menuju B50 dapat berjalan dengan baik, termasuk dari sisi distribusi maupun kualitas produk.

Baca Juga: Airlangga: B50 Bikin RI Tak Lagi Impor Solar, Devisa Hemat Rp177 Triliun

"Kami juga memastikan kualitas Biosolar B50 yang disalurkan memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan Pemerintah sehingga masyarakat dapat memperoleh produk dengan mutu yang tetap terjaga," ujarnya.