Pertamina Drilling memperluas layanan Non Rig di Lapangan Prabumulih
Kami berkomitmen menghadirkan solusi yang aman, andal, dan berteknologi untuk membantu meningkatkan produktivitas lapangan migas....
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperkuat layanan hulu migas melalui pengembangan bisnis High Pressure Pumping Non-Rig Services dalam operasi matrix acidizing perdana, di Sumur Gunung Kemala (GNK)-104 Lapangan Prabumulih, Sumatera Selatan.
Operasi yang dikerjakan bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 tersebut dinilai menjadi tonggak penting bagi Pertamina Drilling dalam memperluas portofolio layanan stimulasi sumur di luar jasa pengeboran.
Direktur Operasi Pertamina Drilling Aziz Muslim dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa, mengatakan keberhasilan pelaksanaan matrix acidizing perdana menjadi bukti kesiapan perusahaan dalam menghadirkan layanan hulu migas yang semakin terintegrasi dan bernilai tambah bagi pelanggan.
"Kami berkomitmen menghadirkan solusi yang aman, andal, dan berteknologi untuk membantu meningkatkan produktivitas lapangan migas sekaligus mendukung upaya pencapaian target produksi nasional," ujarnya.
Teknologi matrix acidizing diterapkan untuk mengatasi kerusakan formasi dan endapan kerak (scale), sehingga aliran fluida dari reservoir ke sumur dapat kembali optimal.
Melalui stimulasi tersebut, operasi ditargetkan mampu meningkatkan performa sumur dengan sasaran produksi mencapai 65 barel minyak per hari (BOPD).
Ia menambahkan, pengembangan layanan High Pressure Pumping Non-Rig Services merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat bisnis jasa energi, sekaligus menjawab kebutuhan industri migas yang semakin dinamis.
Pencapaian tersebut, juga melanjutkan keberhasilan layanan hydraulic fracturing yang telah dijalankan Pertamina Drilling di wilayah kerja PHR Zona 2 dan Zona 3 sejak Januari 2025.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi bagi perusahaan untuk terus mengembangkan layanan High Pressure Pumping Non-Rig Services sebagai salah satu lini bisnis strategis.
Dengan semakin lengkapnya portofolio layanan non-rig, katanya, perusahaan tidak hanya berperan sebagai penyedia jasa pengeboran, tetapi juga sebagai mitra yang mampu menghadirkan solusi terintegrasi untuk mengoptimalkan konektivitas reservoir dengan sumur serta meningkatkan produktivitas lapangan migas.
"Pengembangan kapabilitas ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui inovasi teknologi, rekayasa teknik yang presisi, serta keunggulan operasional pada setiap tahapan pengembangan lapangan migas," katanya pula.
Baca juga: Pertamina Drilling catat laba 1,87 juta dolar AS per Januari 2025
Baca juga: Pemerintah bentuk satgas penertiban "illegal drilling"
Pewarta: Subagyo
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.