Pertamina jalankan program pembinaan UMKM sesuai pertumbuhan usaha
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) menjalankan program pembinaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sesuai dengan pertumbuhan atau perkembangan usahanya.
"Setiap UMKM memiliki potensi dan tantangan yang berbeda. Karena itu, Pertamina mendampingi UMKM melalui akses permodalan, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pasar, yang disesuaikan dengan kebutuhan pada setiap tahap pertumbuhannya agar dapat tumbuh semakin kuat, mandiri, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Ia melanjutkan program pembinaan UMKM Pertamina turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya Poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Poin 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
"Program kami juga sejalan dengan Astacita poin ketiga melalui penguatan kewirausahaan, pengembangan industri kreatif, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas," tambahnya.
Baron mencontohkan program pembinaan Pertamina, yang mengikuti pertumbuhan usaha antara lain diberikan kepada UMKM binaan asal Karawang, Jawa Barat, yakni Ubi Madu Bakar Mba Boled.
Bermula dari sebuah toko sederhana di Karawang dengan penjualan sekitar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu, kini berkembang menjadi usaha dengan 20 outlet tersebar di Karawang, Cikarang, Tambun, dan Bekasi.
Omzetnya pun kini mencapai Rp300 juta per bulan dengan melibatkan 30 orang dalam kegiatan usahanya.
Widiarti, pemilik Ubi Madu Bakar Mba Boled, mengatakan salah satu momentum penting dalam pengembangan usahanya terjadi pada 2018, ketika bergabung menjadi UMKM binaan Pertamina.
Melalui program pembinaan tersebut, ia memperoleh dukungan permodalan serta mengikuti UMK Academy untuk memperkuat pengetahuan dan kemampuan dalam mengelola serta mengembangkan usaha.
Program pembinaan Pertamina berlanjut dengan mengikuti berbagai kegiatan promosi dan pameran, antara lain Pertamina Eco RunFest, Inacraft, dan Pekan Raya Jakarta.
Widarti menambahkan kini usahanya kian berkembang dengan melibatkan sekitar 30 orang.
"Perkembangan usaha bukan hanya tentang meningkatkan skala bisnis, tetapi juga membuka peluang kerja dan memberikan manfaat bagi lebih banyak orang," sebutnya.
Baron menambahkan perjalanan Ubi Madu Bakar Mba Boled menjadi salah satu contoh bagaimana kegigihan pelaku UMKM, didukung akses permodalan, peningkatan kapasitas, dan perluasan pasar, dapat memperkuat usaha sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Baca juga: UMKM Agrominafiber tembus pasar AS lewat pembinaan Pertamina
Baca juga: Menkop ingin produk UMKM lokal dapat prioritas pemasaran di KDKMP
Baca juga: Pemerintah dorong alokasi kredit UMKM naik jadi Rp2.000 triliun
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.