Pertamina jamin ketahanan BBM Biosolar Bengkulu dengan stok 2.448 KL - ANTARA News Bengkulu
Bengkulu (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga menjamin ketahanan pasokan BBM jenis Biosolar di Provinsi Bengkulu dengan stok sebanyak 2.448 kiloliter (KL) di Terminal Pulau Baai diperkirakan mencukupi kebutuhan penyaluran sekitar tujuh hari ke depan.
"Kalau Biosolar masih aman, kita stok di Pulau Baai saat ini Biosolar sebanyak 2.448 KL, itu bisa tahan sampai sekitar tujuh harian," kata Sales Area Manager Retail Bengkulu PT Pertamina Patra Niaga Mochammad Farid Akbar di Bengkulu, Rabu.
Farid mengatakan ketersediaan stok Biosolar di Terminal Pulau Baai menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran penyaluran BBM ke SPBU di wilayah Bengkulu.
Pertamina juga telah telah merencanakan distribusi pasokan berikutnya untuk memastikan ketersediaan Biosolar tetap terjaga, serta bagian dari upaya kesinambungan stok yang ada saat ini.
"Untuk kapal solar, estimasinya setelah kapal Pertalite yang nanti kemungkinan datang tanggal 28-29 Agustus ini, setelah itu kapal masuk (bawa) solar," kata dia.
Menurut Farid jadwal kedatangan kapal tetap dipengaruhi kondisi cuaca perairan. Karena itu, Pertamina berharap kondisi cuaca mendukung agar kapal dapat tiba sesuai jadwal dan distribusi BBM berjalan lancar.
Sebelumnya, penyaluran BBM jenis Pertalite dari Terminal Pulau Baai sempat ditahan sekitar tiga hingga empat jam karena berlangsung aktivitas bongkar muat kapal. Penahanan sementara dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan di wilayah operasional terminal.
Kondisi itu menyebabkan penyaluran ke sejumlah SPBU di wilayah kota mengalami keterlambatan sekitar tiga hingga empat jam. Farid mengatakan keterlambatan kedatangan kapal juga dipengaruhi kondisi cuaca di perairan.
Ia memastikan Pertamina terus mengatur kedatangan kapal agar ketersediaan Biosolar dan penyalurannya ke SPBU di Bengkulu tetap terjaga.
"Mulai hari ini sampai seterusnya mudah-mudahan kapal tepat waktu, tidak ada kendala," ujarnya.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.