peezycoineth.vip

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap hingga Akhir 2026

2026-09-12 06:40

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap hingga Akhir 2026

Perbesar

Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen menjalankan kebijakan Pemerintah terkait harga dan penyaluran BBM. (Foto:Pertamina Patra Niaga)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026, sejalan dengan arahan Pemerintah. Kepastian tersebut tetap berlaku di tengah dinamika sejumlah parameter pembentuk harga BBM, antara lain harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mengalami fluktuasi.

Pemerintah sebelumnya telah memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah menjaga stabilitas harga energi dan daya beli masyarakat di tengah dinamika harga energi global.

Sementara itu, untuk BBM Jenis BBM Umum (JBU) atau BBM nonsubsidi, harga mengikuti formula yang telah ditetapkan Pemerintah. Penetapan harga JBU dilakukan dengan mengacu pada formula dan ketentuan yang berlaku.

“Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026. Sementara untuk JBU, harga mengikuti formula yang telah ditetapkan Pemerintah,” tutur VP Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora," dikutip dari keterangan resmi, Sabtu, (12/9/2026).

Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen menjalankan kebijakan Pemerintah terkait harga dan penyaluran BBM serta memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

6.050 SPBU Pertamina Sudah Distribusikan B50

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dioperasikan PT Pertamina Patra Niaga menjalankan penugasan Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat. (Dok Pertamina)

Perbesar

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dioperasikan PT Pertamina Patra Niaga menjalankan penugasan Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat. (Dok Pertamina)

Sebelumnya, Pertamina telah menyalurkan mandatori biodiesel B50 ke 6.050 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) atau 94%persen dari total 6.412 SPBU di Indonesia.

Ini diungkapkan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra. "Masih 362 SPBU yang belum menyalurkan B50 karena masih menyalurkan B40," kata Ega melansir Antara di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Berdasarkan laporan Marketing Operation Region (MOR) yang tersebar di delapan wilayah, kata Mars Ega, rata-rata sudah menyalurkan B50 di atas 90 persen hanya satu MOR yang berada di Maluku dan Papua baru 65 persen. "Untuk di Maluku dan Papua masih menghabiskan stok B40, karena stok masih cukup banyak," ujarnya.

Peningkatan Penjualan Biosolar

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dioperasikan PT Pertamina Patra Niaga menjalankan penugasan Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat. (Dok Pertamina)

Perbesar

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dioperasikan PT Pertamina Patra Niaga menjalankan penugasan Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat. (Dok Pertamina)

Sementara dari 121 terminal BBM milik Pertamina kata Ega, hanya satu terminal yang belum menyalurkan B50 yaitu Terminal BBM Sintang, Kalimantan Barat, dikarenakan terkendala pendangkalan sungai.

"Adapun 1 Terminal BBM yang berada di Sintang belum dapat menyalurkan B50 karena faktor cuaca yaitu sungai mengalami penyusutan," katanya.

Ia memastikan, selama mandatori B50 diterapkan secara umum berjalan dengan baik dan untuk pengaduan pelanggan pun tidak terlalu signifikan.

Bahkan terdapat peningkatan penjualan biosolar yang subsidi setelah terjadi kenaikan harga solar nonsubsidi. "Sampai dengan saat ini tidak ada komplain yang signifikan," katanya menambahkan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Agustina Melani

Agustina MelaniTim Redaksi

Share

Copy Link

Batalkan

Sixtainability

Sixtainability

  • Pasar Karbon Berkualitas Bukan Sekadar Kejar Nilai Ekonomi13 jam yang lalu

    Pasar Karbon Berkualitas Bukan Sekadar Kejar Nilai Ekonomi
  • Dari Sampah Jadi Green Jobs, TPS3R Guwosari Ciptakan Peluang Ekonomi Warga1 hari yang lalu

    Dari Sampah Jadi Green Jobs, TPS3R Guwosari Ciptakan Peluang Ekonomi Warga
  • Sampah Serang Raya Bakal Diubah Jadi Listrik1 hari yang lalu

    Sampah Serang Raya Bakal Diubah Jadi Listrik
  • Kolaborasi Lintas Negara Jadi Kunci Hadapi Krisis Iklim di Asia Tenggara2 hari yang lalu

    Kolaborasi Lintas Negara Jadi Kunci Hadapi Krisis Iklim di Asia Tenggara
  • Kisah M A Hasibuan Dampingi UMKM Naik Kelas, Medan Berlumpur Tak jadi Penghalang3 hari yang lalu

    Kisah M A Hasibuan Dampingi UMKM Naik Kelas, Medan Berlumpur Tak jadi Penghalang
  • Mangrove Berperan Jaga Pesisir dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat3 hari yang lalu

    Mangrove Berperan Jaga Pesisir dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat
  • Kisah Mantri BRI Menembus Pegunungan Toraja Utara demi Bantu Warga Akses Layanan Perbankan3 hari yang lalu

    Kisah Mantri BRI Menembus Pegunungan Toraja Utara demi Bantu Warga Akses Layanan Perbankan
  • Menembus Akses Sulit di Perbatasan, Kisah Novi Dampingi Nasabah PNM Mekaar di Pulau Sebatik3 hari yang lalu

    Menembus Akses Sulit di Perbatasan, Kisah Novi Dampingi Nasabah PNM Mekaar di Pulau Sebatik
  • Dari Tempurung hingga Tongkol, Limbah Pertanian Disulap Jadi Energi4 hari yang lalu

    Dari Tempurung hingga Tongkol, Limbah Pertanian Disulap Jadi Energi
  • Kisah AO PNM Mekaar Dampingi Pengusaha Rumput Laut di Sebatik hingga Buka Peluang Kerja4 hari yang lalu

    Kisah AO PNM Mekaar Dampingi Pengusaha Rumput Laut di Sebatik hingga Buka Peluang Kerja
  • Dari Pala jadi Peluang Usaha, Program Klaster Unggulan BRI Peduli Perkuat Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani di Bogor5 hari yang lalu

    Dari Pala jadi Peluang Usaha, Program Klaster Unggulan BRI Peduli Perkuat Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani di Bogor
  • Aset Karbon PLTP Gunung Salak Jadi Sumber Ekonomi Baru5 hari yang lalu

    Aset Karbon PLTP Gunung Salak Jadi Sumber Ekonomi Baru

Lihat Selengkapnya