peezycoineth.vip

Pesawat Netanyahu Lintasi Negara Anggota ICC, Mengapa Tak Ditangkap?

2026-07-28 10:59

Liputan6.com, Tel Aviv - Pesawat yang membawa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Amerika Serikat (AS) pada Senin (27/7/2026), kembali melintasi wilayah udara sejumlah negara Eropa anggota Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC).

Penerbangan tersebut berlangsung di tengah berlakunya surat perintah penangkapan yang diterbitkan ICC terhadap Netanyahu.

Berdasarkan data Flightradar, pesawat yang membawa Netanyahu melintasi wilayah udara Yunani, Italia, dan Prancis dalam perjalanan menuju Washington. Ketiga negara tersebut merupakan negara anggota ICC.

Rute penerbangan itu hampir sama dengan jalur yang digunakan dalam kunjungan Netanyahu sebelumnya ke AS pada 28 Desember dan 10 Februari.

Sementara itu, ketika melakukan perjalanan ke New York pada September 2025, pesawat Netanyahu melintasi wilayah udara Yunani dan Italia, tetapi tidak memasuki wilayah udara Prancis.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan, pada prinsipnya negara-negara anggota ICC memiliki kewajiban untuk menjalankan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu.

Namun, menurut dia, pelaksanaan kewajiban tersebut menghadapi kendala teknis apabila pesawat yang membawa Netanyahu hanya melintasi wilayah udara suatu negara tanpa melakukan pendaratan.

"Sebenarnya ada kewajiban, namun karena berada di udara, ada kesulitan teknis. Kecuali negara-negara tersebut mengejar pesawat Netanyahu dengan pesawat tempur dan memaksanya untuk mendarat," kata Hikmahanto kepada Liputan6.com.

ICC telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan di Gaza.

Dalam kunjungannya ke AS, Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa (28/7). Pertemuan tersebut menjadi yang pertama bagi kedua pemimpin sejak pecahnya perang dengan Iran, yang sempat memunculkan perbedaan pandangan di antara mereka secara terbuka.

Hubungan Netanyahu dan Trump dalam beberapa bulan terakhir beberapa kali terlihat menegang. Namun, keduanya berupaya meredakan kesan adanya perselisihan tersebut.

Perang dengan Iran diperkirakan menjadi agenda utama dalam pertemuan pada Selasa. Konflik itu bermula dari serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari, sementara Washington menyatakan ingin memberikan kesempatan bagi proses perundingan.

Israel tidak terlibat dalam gelombang terbaru permusuhan antara AS dan Iran yang kembali meningkat pada awal Juli setelah gencatan senjata pada April gagal dipertahankan.

Pertemuan pada Selasa akan menjadi pertemuan kedelapan antara Netanyahu dan Trump sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden pada tahun lalu. Pertemuan itu juga menjadi pembicaraan tatap muka pertama mereka sejak perang tersebut dimulai.

"Ini merupakan sebuah kehormatan besar, tetapi juga tanggung jawab yang besar," tutur Netanyahu sebelum meninggalkan Israel pada Senin.

"Kami akan membahas seluruh persoalan yang menjadi agenda, terutama Iran. Tentu saja, tujuan kami adalah menjaga keamanan kami sekaligus memperluas lingkaran perdamaian di sekitar kami."