Peta Karhutla Meluas, NTT dan NTB Masuk Daerah Rawan Baru
Bagikan:
JAKARTA — Ancaman kebakaran hutan dan lahan mulai meluas ke luar enam provinsi yang selama ini menjadi daerah langganan karhutla. Pemerintah mendeteksi kebakaran cukup masif di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan daerah gambut di Sumatra dan Kalimantan masih menjadi kawasan utama yang perlu diawasi. Namun, muncul pola baru di wilayah yang sebelumnya tidak menjadi pusat perhatian.
“Yang tradisional itu daerah-daerah gambut, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan,” kata Raja Juli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 28 Juli.
“Tapi ada tren baru. Di luar enam provinsi itu juga terjadi cukup masif, seperti di NTT, NTB, dan beberapa tempat,” lanjutnya.
Perluasan wilayah rawan itu akan dibahas dalam rapat terbatas mengenai karhutla yang dipimpin Presiden. BMKG, BNPB, TNI, Polri, dan kementerian terkait turut dilibatkan.
BACA JUGA:
Pembahasan dilakukan setelah BMKG memprediksi El Nino datang lebih cepat. Kondisi itu berpotensi membuat kemarau berlangsung lebih panjang dan meningkatkan risiko kebakaran.
Raja Juli mengatakan pemerintah pernah menekan luas karhutla dari sekitar 2,6 juta hektare pada 2015 menjadi 2,1 juta hektare pada 2019. Angkanya kembali turun menjadi sekitar 1,1 juta hektare pada 2023.
Meski demikian, ia menilai perubahan iklim membuat pencegahan tidak dapat hanya difokuskan pada kawasan gambut di Sumatra dan Kalimantan.
“Ini membutuhkan koordinasi yang lebih erat dan lebih ketat. El Nino dan perubahan iklim itu nyata,” ujarnya.
Selain karhutla, Raja Juli mengatakan pemerintah juga akan menyampaikan perkembangan bencana banjir kepada Presiden.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
Populer
28 Juli 2026, 03:03
28 Juli 2026, 02:02
28 Juli 2026, 00:01
28 Juli 2026, 01:01
28 Juli 2026, 06:35