Pintu Perluas Akses Trading Derivatif Crypto di Indonesia |Republika Online
PT Pintu Kemana Saja (PINTU), perusahaan penyedia platform investasi aset crypto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meluncurkan Pintu Futures Lite, fitur trading derivatif crypto yang dirancang dengan tampilan sederhana dan alur transaksi minimalis di aplikasi PINTU.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pintu Kemana Saja (PINTU), perusahaan penyedia platform investasi aset crypto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meluncurkan Pintu Futures Lite, fitur trading derivatif crypto yang dirancang dengan tampilan sederhana dan alur transaksi minimalis di aplikasi PINTU. Kehadiran fitur ini menjadi bagian dari strategi PINTU untuk memperluas adopsi trading derivatif di Indonesia dengan mengedepankan kemudahan dan kenyamanan pengguna, seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi aset crypto.
Presiden Direktur PINTU Andy Putra mengatakan Pintu Futures Lite dihadirkan sebagai pintu masuk bagi trader pemula maupun menengah yang ingin memulai trading derivatif crypto menggunakan leverage.
PINTU menghadirkan fitur Pintu Futures Lite sebagai pintu masuk bagi trader pemula maupun menengah yang ingin memulai trading derivatif crypto menggunakan leverage. Melalui Pintu Futures Lite, trader dapat membuka posisi Long atau Short dalam tiga langkah dengan tetap mengedepankan pengelolaan risiko, seperti melalui Isolated Margin, Take Profit, maupun Stop Loss.
"Kami berharap fitur ini dapat menjadi jembatan inklusi sekaligus pengalaman awal yang aman bagi trader baru, sekaligus menjadi pilihan baru bagi pengguna selain dari fitur Pintu Futures Pro yang menawarkan pengalaman yang lebih advanced,” ujar Andy dalam keterangan, Rabu (19/8/2026).
Produk Pintu Futures Lite dirancang dengan mengedepankan kemudahan pengguna melalui antarmuka yang sederhana. Pengguna dapat membuka posisi hanya dalam tiga langkah.
Pertama, pengguna cukup memilih arah posisi Long apabila memperkirakan harga aset akan naik atau Short apabila memperkirakan harga akan turun. Kedua, pengguna memasukkan jumlah margin dan menentukan besaran leverage melalui slider yang tersedia, hingga maksimal 25 kali lipat dari modal awal, sesuai dengan batas toleransi risiko (risk appetite) yang dimiliki pengguna.