peezycoineth.vip

PKS Jatim minta nasihat kiai dan tokoh masyarakat - ANTARA News Jawa Timur

2026-09-27 10:18

Surabaya (ANTARA) - Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Timur meminta nasihat para kiai dan tokoh masyarakat untuk memperkuat silaturahmi dan membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Para kiai dan para tokoh yang hadir, kami mohon nasihatnya untuk kebaikan PKS,” ujar Ketua Bidang Pembinaan dan Kerukunan Beragama (BPUKB) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Prof. Dr. KH. Ali Ahmadi, MA., Al Hafidz, dalam Silaturahmi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Jawa Timur di Kantor DPW PKS Jatim.

Kegiatan bertema “Bersatu dalam Kebaikan, Harmoni dalam Keberagaman” tersebut menjadi ruang dialog antara PKS dan para tokoh agama serta masyarakat untuk memperkuat komunikasi dan membangun kebersamaan.

Kiai Ali, yang akrab disapa Kiai Ali Qurani (KAQ), mengatakan silaturahmi perlu dijaga melalui komunikasi yang berkelanjutan, bukan hanya dilakukan sesekali. Ia mencontohkan kebiasaannya menjalin komunikasi langsung dengan para pengurus dan tokoh di berbagai daerah.

Ketua DPW PKS Jawa Timur Bagus Prasetia Lelana mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum bagi PKS untuk terus membuka ruang komunikasi dengan para kiai dan tokoh masyarakat.

Menurut Bagus, nasihat para tokoh agama dan masyarakat dibutuhkan agar langkah pengabdian PKS di Jawa Timur tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat dan nilai-nilai kebersamaan.

“Bagi kami, silaturahmi bukan sekadar agenda pertemuan. Ini adalah ruang untuk mendengar, menerima nasihat, sekaligus belajar dari para kiai dan tokoh masyarakat agar kehadiran PKS semakin memberi manfaat,” ujarnya.

Sementara itu, KH Solachul Aam Wahib Wahab mendorong agar silaturahmi dilakukan hingga tingkat desa dengan memanfaatkan berbagai kegiatan keagamaan yang telah hidup di tengah masyarakat, seperti pengajian, ziarah, yasinan, tahlilan, dan kegiatan membaca Al-Qur'an, seperti yang selama ini sudah dilakukan PKS.

“Bukan hanya sekadar silaturahim, tetapi kita harus melakukan kegiatan yang nyata,” katanya.

Ia juga mendorong penguatan komunikasi dengan generasi muda, khususnya mahasiswa, agar terbangun kesinambungan antara tokoh agama, masyarakat, dan generasi penerus.

Habib Taufik menambahkan, kehadiran langsung di tengah masyarakat penting untuk membangun komunikasi sekaligus menghilangkan jarak dan prasangka.

Adapun KH Zaenudin Husni menekankan pentingnya pengurus di daerah hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat. Menurutnya, kehadiran tersebut tidak harus selalu dalam kegiatan formal, tetapi dapat dilakukan dengan mengikuti berbagai aktivitas keagamaan dan sosial yang sudah berjalan.

Ketua Bidang Pembinaan dan Kerukunan Beragama (BPUKB) DPW PKS Jawa Timur Darmidi mengatakan kegiatan tersebut telah diinisiasi sejak awal kepengurusan DPW PKS Jatim periode 2025–2029.

Menurut Darmidi, silaturahmi menjadi langkah penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus ukhuwah kebangsaan.

“Kegiatan ini untuk memperkuat ukhuwah kita,” ujar Darmidi.

Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dilanjutkan dengan silaturahmi dan kolaborasi secara berkelanjutan. Kerja sama dengan para kiai, ulama, dan berbagai elemen masyarakat dinilai penting untuk memperkuat dakwah serta memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

“Setelah silaturahmi ini bisa kita lanjutkan dengan silaturahmi berikutnya untuk menguatkan sinergi dan kolaborasi kita dalam dakwah kepada masyarakat,” katanya.

Darmidi menegaskan, semangat tersebut perlu diteruskan melalui langkah bersama dan kolaborasi yang nyata.

“Bersama melangkah penuh percaya, saling menguatkan dalam berkarya. Kolaborasi,” katanya.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.