PLTMH Tenguwe Landak raih ASEAN Energy Awards 2026 - ANTARA News Kalimantan Barat
Pontianak (ANTARA) - Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Tenguwe di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, meraih penghargaan ASEAN Energy Awards 2026 kategori National Strategic Excellence atas pengembangan energi bersih berbasis masyarakat.
"Penghargaan ini bukan sekadar piala, tetapi bukti bahwa kemandirian energi dan kelestarian alam bisa berjalan berdampingan demi kesejahteraan masyarakat pedalaman," kata Bupati Landak Karolin Margret Natasa di Pontianak, Jumat.
Ia mengatakan penghargaan yang diterima di Manila, Filipina, tersebut merupakan pengakuan atas kerja keras dan semangat gotong royong masyarakat Desa Tenguwe dalam mewujudkan kemandirian energi di wilayah pedalaman.
PLTMH Tenguwe memiliki kapasitas 200 kilowatt (kW) dan dilaporkan beroperasi selama 24 jam sehari untuk melayani 617 rumah tangga yang tersebar di sembilan dusun.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat melalui skema swadaya berbasis komunitas dan pengelolaan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Bersama. Model ini menjadi salah satu bentuk upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan listrik dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan.
Ia menjelaskan pengembangan PLTMH Tenguwe berawal dari pengalaman menghadapi bencana banjir bandang dan keterbatasan kewenangan birokrasi. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat warga untuk mencari solusi bagi kebutuhan energi mereka.
Melalui kerja sama dan partisipasi masyarakat, pembangkit tersebut kemudian dikembangkan menjadi sumber listrik yang mendukung aktivitas rumah tangga dan kehidupan warga setempat.
Selain menyediakan akses listrik, pemanfaatan PLTMH Tenguwe juga disebut mampu menekan pengeluaran masyarakat untuk bahan bakar minyak (BBM) hingga ratusan juta rupiah per tahun. Penghematan itu menjadi salah satu manfaat ekonomi dari penggunaan energi berbasis sumber daya lokal.
Karolin menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Landak serta seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan dan pengelolaan pembangkit tersebut.
Menurut dia, capaian ini menunjukkan pentingnya kolaborasi masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Penghargaan ASEAN Energy Awards 2026 diharapkan dapat menjadi motivasi untuk memperluas pengembangan energi bersih berbasis masyarakat, khususnya di wilayah yang masih menghadapi tantangan akses energi.
"Keberhasilan PLTMH Tenguwe sekaligus memperlihatkan bahwa partisipasi warga dan pengelolaan berbasis komunitas dapat menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan akses energi, penguatan ekonomi lokal, dan pelestarian lingkungan," katanya.
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.