peezycoineth.vip

PM Israel Masih Bungkam soal Pengumuman Trump Pelucutan Senjata Hamas di Gaza

2026-07-31 23:01

Bagikan:

JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sejauh ini tetap bungkam di hadapan publik menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai kesepakatan baru yang bertujuan melucuti senjata Hamas di Gaza.

Namun, perkembangan ini memicu reaksi politik yang tajam di Israel menjelang pemilihan umum pada Oktober.

Meskipun Netanyahu belum memberikan tanggapan resmi, beberapa jam sebelum pengumuman Trump, seorang pejabat Israel menolak elemen-elemen kunci dari kerangka kerja yang dilaporkan tersebut, dengan menegaskan "pelucutan senjata total" Hamas tetap menjadi prasyarat bagi proses apa pun.

Pejabat tersebut menyatakan tidak akan ada penarikan pasukan Israel dari "garis kuning" Gaza sampai demiliterisasi rampung dilaksanakan.

Sikap diam Netanyahu tidak diikuti oleh koalisi sayap kanannya, yang justru menyuarakan penentangan keras terhadap kesepakatan tersebut.

Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir menolak kesepakatan apa pun yang dicapai melalui pihak ketiga, dan bersikeras satu-satunya hasil yang dapat diterima adalah kehancuran Hamas.

Menteri dari partai Zionis Religius, Orit Strouk, menyebut kesepakatan itu "berbahaya"

Terlepas dari kritik tersebut, Israel baru-baru ini telah memajukan beberapa elemen dari rencana 20 poin Trump yang lebih luas untuk Gaza.

Pada Minggu, kabinet keamanan menyetujui pengerahan pasukan stabilisasi internasional dalam skala terbatas—sebanyak 200 personel dari Maroko dan Uganda—untuk memasuki zona percontohan di Rafah. Namun, pejabat Israel tersebut menyebutnya sebagai langkah awal yang terbatas, seraya menegaskan pengerahan lebih lanjut akan memerlukan persetujuan khusus dari Israel.

BACA JUGA:


Dilansir dari CNN, Jumat, 31 Juli, sumber di Israel yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan Netanyahu kemungkinan besar tidak akan menentang kesepakatan pelucutan senjata itu secara terbuka, karena ia memperhitungkan Hamas pada akhirnya akan melanggar ketentuan kesepakatan dan tidak mematuhi komitmennya.

Sumber tersebut menambahkan Netanyahu kemungkinan tidak akan memerintahkan penarikan pasukan dari Gaza menjelang pemilihan umum bulan Oktober.

Pemimpin oposisi Gadi Eisenkot, yang saat ini menjadi penantang utama Netanyahu dalam pemilu, mengkritik sikap diam Netanyahu.

Dia menuduh Netanyahu menyembunyikan kesepakatan tersebut dari publik dan menyatakan hal itu menimbulkan pertanyaan serius mengenai apakah Israel menjadi pihak dalam kesepakatan tersebut, atau apakah—sekali lagi—kesepakatan dipaksakan kepada Israel tanpa keterlibatan negara itu.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+