peezycoineth.vip

PM Kamboja bertemu Megawati ungkap kagumi persatuan Indonesia - ANTARA News Ambon, Maluku

2026-07-29 03:29

Jakarta (ANTARA) - Perdana Menteri Kamboja Hun Many saat bertemu Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati mengungkapkan kekagumannya terhadap komitmen Bangsa Indonesia menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Pancasila.

Dewan Pakar Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (BPIP) Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri Darmansjah Djumala, melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, mengatakan Kamboja ingin mempelajari pengalaman Indonesia dalam mempersatukan bangsanya melalui pembentukan identitas dan karakter bangsa yang dilandasi nilai-nilai Pancasila.

"Kamboja juga sangat menghargai peran Indonesia dalam menciptakan perdamaian bagi bangsa Kamboja yang pernah dilanda perang saudara," katanya.

Djumala mengatakan, Megawati menerima kunjungan kehormatan PM Kamboja di kediaman Presiden Kelima RI tersebut di Jalan Teuku Umar, pada Senin (28/7).

Dia menjelaskan bahwa dalam pertemuan itu, Deputi PM Hun Many mengungkapkan kekagumannya terhadap komitmen bangsa Indonesia kepada ideologi negara Pancasila yang telah mempersatukan bangsa yang majemuk.

PM Hun Many, kata dia, mengungkapkan tentang pengetahuannya mengenai proses pembentukan bangsa Kamboja yang pernah dilanda perang saudara melalui sejarah.

Disampaikan pula, bahwa saat ini Kamboja mencoba bangkit dengan pembangunan ekonomi dan juga berupaya untuk memantapkan identitas dan karakter bangsanya, terutama generasi mudanya, agar persatuan dalam keberagaman dapat terus terjaga.

Dalam konteks itulah, lanjut Djumala, PM Hun Many melihat pengalaman sejarah Indonesia dengan Pancasilanya bisa dijadikan contoh bagaimana membangun identitas dan karakter bangsa hingga bisa tetap bersatu meski dilanda konflik kepentingan dari berbagai kelompok masyarakat dan keyakinan politik.

Ia juga menyampaikan dalam pertemuan itu Megawati menjelaskan bahwa Pancasila sejatinya bukan hanya nilai yang hanya ada dan hidup di masyarakat Indonesia. Tetapi juga hidup dalam kehidupan bangsa-bangsa lain di dunia.

Pancasila dengan kelima silanya bersifat universal, dan dapat diterapkan di kehidupan bangsa-bangsa lain, tentu dengan penyesuaian dengan aspek sosial-budaya bangsa bersangkutan.

Lebih jauh diungkapkan oleh Megawati bahwa dirinya sering diundang oleh pemimpin negara-negara lain untuk berbagi pengalaman bagaimana Indonesia yang sangat beragam dapat terus bertahan sebagai bangsa dalam satu kesatuan bangsa dan negara Indonesia.

Diungkapkan pula bahwa Kamboja adalah salah satu peserta yang hadir saat Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, 1955.

Dengan banyaknya negara yang telah mencapai kemerdekaannya sejak KAA, kata dia, Megawati menyatakan gagasannya untuk menyelenggarakan KAA II, karena nilai yang digaungkan oleh KAA Bandung saat ini masih relevan hingga kini dan harus dijaga kelestariannya di masa datang.

Dalam pertemuan itu juga dibahas terkait kerja sama antara Indonesia dan Kamboja dalam bidang pembentukan identitas dan karakter bangsa.

Djumala melihat ada kemungkinan bagi kedua negara untuk mengadakan program pertukaran pemuda, joint research dan academic conference mengenai persatuan dalam keberagaman, wawasan kebangsaaan bagi generasi muda kedua bangsa.

"Khusus terkait penanaman nilai-nilai kebangsaan dan ideologi Pancasila kepada generasi muda, Indonesia dapat berbagi pengalaman (exchange experiences and best practices) dalam pembentukan identitas dan karakter bangsa melalui program Paskibraka dan pengangkatan alumninya sebagai Duta Pancasila," ungkap Djumala.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.