PM Malaysia Minta Bantuan Prabowo Selamatkan Investasi Felda Rp10,9 T
Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta bantuan Presiden RI Prabowo Subianto terkait investasi lembaga pengelola dana Malaysia, Federal Land Consolidation and Rehabilitation Authority (Felda), di PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) yang berpotensi menimbulkan kerugian hingga RM2,5 miliar atau sekitar Rp10,9 triliun.
Melansir The Star, Sabtu (22/8), Anwar mengatakan telah mengirim surat kepada Prabowo untuk meminta perhatian pemerintah Indonesia terhadap investasi Felda yang kini tengah menghadapi proses hukum di Indonesia.
Investasi tersebut diperkirakan hanya dapat menghasilkan pengembalian sekitar RM200 juta, sementara potensi kerugian yang harus ditanggung Felda dapat mencapai RM2,5 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Investasi ini sedang dalam proses pengadilan di Indonesia. Saya telah menulis surat kepada Presiden Prabowo untuk meminta beliau melihat masalah ini," kata Anwar dalam pertemuan dengan manajemen senior dan para manajer Felda di sebuah hotel di Bangi, Malaysia.
"Jika tidak ditangani, kita berpotensi kehilangan RM2,5 miliar dan hanya mendapatkan kembali RM200 juta," imbuhnya.
Anwar mengatakan persoalan tersebut menjadi salah satu contoh buruknya pengelolaan investasi Felda pada masa lalu. Dia juga mengungkapkan angka kerugian tersebut untuk memastikan seluruh jajaran manajemen memahami besarnya tantangan yang harus dihadapi dalam upaya pemulihan lembaga tersebut.
"Saya ingin para manajer memahami betapa sulitnya pemulihan ini. Ini bukan masalah yang disebabkan oleh para manajer," ujarnya.
Menurut Anwar, para manajer Felda di berbagai wilayah Malaysia tidak memiliki keterlibatan langsung dalam keputusan investasi sebelumnya, tetapi tetap harus menghadapi konsekuensi dari persoalan tersebut.
"Apa hubungannya seorang manajer Felda di Pahang atau Johor dengan hal ini? Namun, kitalah yang harus menanggung konsekuensinya ... itulah masalahnya," katanya.
Felda melalui anak usahanya, FIC Properties Sdn Bhd, membeli saham PT Eagle High Plantations Tbk pada Desember 2016 senilai US$505,4 juta atau senilai Rp8,9 triliun (asumsi kurs Rp16.750 per dolar AS). Nilai transaksi tersebut saat itu menuai kritik karena dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan nilai pasar dan harga saham perusahaan.
Investasi Felda di Eagle High kemudian menjadi persoalan yang berkepanjangan dan kini terkait dengan proses hukum di Indonesia.
Anwar menegaskan persoalan penyelidikan, penegakan hukum, dan proses pengadilan merupakan perkara yang terpisah dari upaya pemulihan Felda.
"Yang ingin saya tekankan adalah semua manajer Felda harus memahami sepenuhnya persoalan ini. Mereka tidak boleh berkecil hati, tetapi harus menyadari bahwa masalah-masalah ini harus diselesaikan," ujarnya.
Di sisi lain, Anwar memastikan pemerintah Malaysia tetap berkomitmen mempercepat berbagai proyek kesejahteraan dasar bagi masyarakat Felda tanpa harus menunggu anggaran tahun depan.
Dia juga menekankan pentingnya tata kelola, integritas, dan akuntabilitas dalam proses pemulihan Felda. Menurutnya, langkah tersebut bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan menjaga kepercayaan publik dan mengembalikan posisi Felda sebagai institusi yang dapat dibanggakan Malaysia.
[Gambas:Video CNN]
(lau/agt)