peezycoineth.vip

Polemik Keberadaan Patung Wanita Biru di Madinah, Dinilai Bertentangan

2026-08-05 02:45

CNN Indonesia

Rabu, 05 Agu 2026 09:45 WIB

patung wanita biru di AlUla Madinah
Patung wanita biru di AlUla Madinah, Arab Saudi. (Instagram/@litaalbuquerque)

Jakarta, CNN Indonesia --

Gelaran pameran seni internasional Desert X AlUla di wilayah administrasi Madinah, Arab Saudi, memicu gelombang polemik. Kehadiran instalasi patung berwujud figur wanita terbuka berwarna biru menuai kritik tajam dari berbagai kalangan karena dinilai bertentangan dengan norma keagamaan serta tradisi seni Islam.

Mengutip ArtNet, patung berwarna biru elektrik bertajuk Najma tersebut merupakan karya Lita Albuquerque, seorang seniman asal Santa Monica, Amerika Serikat (AS). Patung ini menampilkan figur wanita yang tengah duduk bermeditasi dalam posisi lotus di atas bongkahan batu besar di kawasan Wadi Al Fann, AlUla.

Pameran seni internasional Desert X AlUla edisi 2026 sendiri diselenggarakan pada tanggal 16 Januari hingga 28 Februari lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kontroversi mencuat lantaran lokasi pameran berada di wilayah administrasi Madinah yang memiliki kedudukan religius sangat istimewa bagi umat Islam.

Pilihan Redaksi

  • Benarkah 92 Persen Warga RI Belum Pernah ke Luar Negeri?
  • Saudi Rilis Visa Umrah Multiple Entry, Jemaah Bisa Berkali-kali Ibadah
  • Turis Asing ke Israel Anjlok Drastis Pascapandemi, RI Lambat Pulih

Sejumlah kelompok konservatif menilai penampilan patung figuratif manusia, khususnya lekuk tubuh wanita, sebagai wujud modernisasi yang mengabaikan tradisi dan hukum setempat.

Dalam tradisi seni Islam, penggambaran figuratif makhluk bernyawa umumnya dihindari demi menjaga prinsip-prinsip teologis serta mencegah persepsi objek pemujaan atau berhala.

Di tengah derasnya gelombang kritik, Lita Albuquerque membela karyanya. Ia menegaskan bahwa Najma sama sekali tidak mengusung simbol keagamaan, apalagi dijadikan sebagai objek pemujaan.

Albuquerque menjelaskan bahwa patung tersebut mengisahkan sosok astronaut fiktif yang turun ke bumi untuk membawa ilmu pengetahuan dan memperluas pemahaman lintas bangsa. Ia pun menganggap hadirnya instalasi ini sebagai tonggak penting perkembangan seni di Arab Saudi.

"Ini adalah momen bersejarah. Pintu akhirnya terbuka untuk kolaborasi seperti ini yang menyatukan seniman internasional, Timur Tengah, dan Arab Saudi. Ini bersejarah, bukan hanya karena figur ini ditampilkan, tetapi karena karya ini diterima," tegas Albuquerque.

Sementara itu, pihak penyelenggara Desert X AlUla mengonfirmasi bahwa seluruh 14 instalasi seni yang dipamerkan berorientasi untuk mendorong dialog antarbudaya.

Pameran ini dirancang untuk menghidupkan kembali narasi sejarah kawasan AlUla yang dahulunya merupakan jalur perdagangan kuno, sekaligus memproyeksikannya menjadi destinasi seni dan budaya bertaraf internasional.

(wiw)

[Gambas:Video CNN]