Polres Bangka intensif lakukan pengawasan cegah karhutla - ANTARA News Bangka Belitung
Sungailiat (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengintensifkan pengawasan kawasan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kami mengintensifkan pengawasan kawasan hutan untuk mencegah terjadinya kebakaran dengan meningkatkan patroli oleh sejumlah personel kepolisian," kata Kapolres Bangka AKBP Indra Feri Dalimunthe di Sungailiat, Kamis.
Patroli pengawasan, kata dia, difokuskan di kawasan hutan yang rawan terjadi kebakaran seperti di kawasan pantai Lintas Timur Merawang, kawasan Matras, dan beberapa kawasan hutan yang lain.
"Selain melakukan pengawasan langsung di lapangan, personel yang diterjunkan juga melakukan aksi preventif dengan mengajak masyarakat di daerah kawasan hutan supaya tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan," kata Kapolres.
"Kondisi cuaca panas seperti sekarang, potensi kebakaran hutan sangat mudah terjadi, masyarakat harus benar-benar memperhatikan lingkungan, jangan membuang puntung rokok sembarangan, dilarang membakar hutan dengan alasan perluasan perkebunan," ujar dia.
Kapolres mengingatkan masyarakat supaya segera melapor ke pihak berwenang apabila melihat ada titik api. Pencegahan lebih baik daripada harus menangani kebakaran yang sudah meluas.
"Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat supaya paham dan ikut terlibat menjaga kelestarian kawasan hutan," katanya.
Dia optimistis kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah semaksimal mungkin dengan komitmen bersama seluruh lapisan masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka Ahmad Suherman mencatat dari Januari 2026 sampai sekarang kurang lebih 350 hektare kawasan hutan terbakar.
"Hampir setiap hari ada laporan dari masyarakat terjadi kebakaran hutan, dan tim Damkar langsung turun ke lapangan untuk berusaha memadamkan api," kata dia.
Pewarta: Kasmono
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.