Poltesa dorong petani sawit kelola perkebunan berkelanjutan - ANTARA News Kalimantan Barat
Pontianak (ANTARA) - Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) mendorong Kelompok Tani Maju Desa Batu Makjage, Kabupaten Sambas, mengembangkan perkebunan kelapa sawit swadaya yang lebih produktif dan berkelanjutan.
"Dorongan tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan memberikan 150 bibit kelapa sawit unggul untuk dikembangkan sebagai kebun percontohan bersama kelompok tani. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi Kelompok Tani Maju, baik dalam peningkatan pengetahuan, produktivitas perkebunan, maupun kesejahteraan petani," kata Ketua Tim PKM Poltesa Heriyansah di Sambas, Senin.
Dia mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian bibit, tetapi juga menggali kondisi pengelolaan perkebunan sawit swadaya untuk menentukan pola pengembangan yang sesuai kebutuhan petani.
Tim PKM yang terdiri atas Heriyansah, Ir. Sunardi, dan Ketti Andrayani serta tiga mahasiswa melakukan pengamatan, diskusi, dan wawancara langsung dengan petani mengenai pemeliharaan tanaman, panen, pemasaran, serta berbagai kendala dalam pengelolaan kebun.
Bibit yang diserahkan terdiri atas varietas Sriwijaya, Yangambi, dan TN 1. Bibit tersebut akan dikembangkan pada kebun percontohan sebagai sarana bagi petani untuk mempelajari pengelolaan tanaman dan melihat potensi peningkatan produktivitas.
Heriyansah mengatakan pendampingan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong pengelolaan perkebunan yang lebih efektif dengan menyesuaikan kondisi dan potensi yang dimiliki masyarakat Desa Batu Makjage.
"Ke depan, kami juga berharap kelompok ini dapat berkembang lebih maju dan mampu memiliki badan usaha sendiri," ujarnya.
Ketua Kelompok Tani Maju Syahrian mengapresiasi pendampingan dan bantuan bibit yang diberikan Poltesa karena memberikan tambahan pengetahuan kepada petani, terutama dalam pemilihan bibit, penanaman, dan pemeliharaan tanaman.
"Kami sangat berterima kasih atas perhatian, ilmu, dan bantuan bibit yang diberikan. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut sehingga Kelompok Tani Maju semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota," katanya.
Menurut Syahrian, pendampingan dari perguruan tinggi dapat membantu petani memperoleh pengetahuan teknis yang dapat diterapkan dalam pengelolaan kebun secara lebih baik.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Poltesa menghubungkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi pada sektor perkebunan yang menjadi salah satu potensi ekonomi daerah.
Poltesa berharap kebun percontohan dan pendampingan yang dilakukan dapat menjadi model pengembangan perkebunan sawit swadaya yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kemandirian kelompok tani.
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.