Prabowo cek kembali kebutuhan tenda untuk sekolah darurat di NTT
Prabowo cek kembali kebutuhan tenda untuk sekolah darurat di NTT
Senin, 7 September 2026 18:11 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan dampak bencana gempa di NTT, karhutla, dan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengecek kembali kebutuhan tenda-tenda lapangan untuk difungsikan sebagai sekolah darurat bagi anak-anak pengungsi di daerah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam rapat terbatas melalui sambungan video-conference di Istana Merdeka, Jakarta, Senin siang, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena melaporkan perlunya tambahan tenda-tenda lapangan untuk sekolah darurat.
"Berapa tenda yang anda butuh?" tanya Presiden ke Gubernur NTT.
Gubernur NTT kemudian memaparkan ada 2.000 lebih sekolah dari jenjang sekolah dasar (SD) sampai dengan sekolah menengah atas (SMA) yang rusak akibat bencana gempa Magnitudo 7,7 di NTT.
Melki kemudian memperkirakan jika satu sekolah membutuhkan minimal 3 tenda, maka kurang lebih butuh 10.000 unit tenda lapangan. Pasalnya, jika alokasi tiga tenda untuk satu sekolah, maka kegiatan belajar mengajar digelar dengan sistem sif.
"Nanti kasih rincinya ya, tenda ukuran berapa," ujar Presiden.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden lanjut mengecek permohonan kapal yang diajukan oleh Gubernur NTT untuk kepentingan mitigasi bencana.
Alasannya, NTT merupakan provinsi yang wilayahnya terdiri atas cukup banyak pulau-pulau kecil sehingga keberadaan kapal yang selalu siaga dibutuhkan manakala terjadi bencana.
Kebutuhan mengenai kapal itu kemudian dijelaskan oleh Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) VII Laksamana Muda (Laksda) TNI Joni Sudianto. Kodaeral VII saat ini bermarkas di Kupang, NTT.
"Saat ini, kami di Kodaeral VII ada dua kapal patroli, Pak. Namun, posisinya dua kapal tersebut ada di Surabaya. Kami mohon dapatnya ada paling tidak dua kapal patroli jenis FPB yang stand by di Kupang sehingga apabila terjadi sesuatu dan butuh bantuan kita bisa gerakkan dua kapal tersebut," kata Laksda Joni.
Presiden kemudian memerintahkan jajarannya untuk mencatat permohonan dari Dankodaeral VII tersebut. "Baik, ya tolong dicatat," ujar Presiden.
Dalam kesempatan yang sama, Laksda Joni juga menyampaikan permohonan adanya pesawat yang juga disiagakan di wilayah Kupang.
"Ya nanti kita koordinasi dengan Panglima TNI ya. Di sini ada Kepala (Badan) Logistik (Pertahanan) nanti bisa dikirim ya? Jadi dua kapal patroli jenis FPB 57 ya. Itu cukup? Dua kapal itu cukup?" tanya Presiden ke Dankodaeral VII.
Menurut Laksda Joni, dua kapal patroli FPB 57 cukup untuk kebutuhan mitigasi dampak bencana.
"Di NTT dan NTB sendiri kondisinya pulau-pulau kecil sehingga apabila kapalnya terlalu besar kesulitan untuk fasilitas labuhnya sehingga menurut kami dengan analisis operasional dua kapal FPB sudah cukup Bapak Presiden," ujar Dankodaeral VII menjawab pertanyaan Presiden.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo cek kembali kebutuhan tenda untuk sekolah darurat di NTT
Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026