peezycoineth.vip

Prabowo Kaget Jumlah BUMN Tembus 1.077, Ditarget Sisa 350 Akhir 2026

2026-07-20 09:25

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto mengaku terkejut setelah menerima laporan bahwa jumlah badan usaha milik negara (BUMN) mencapai 1.077 entitas, jauh di atas perkiraannya yang hanya sekitar 300 hingga 350 perusahaan.

Pemerintah kini menargetkan jumlah tersebut dipangkas menjadi maksimal 350 pada akhir 2026 melalui penutupan, merger, dan konsolidasi.

"Saya mengikuti, tapi saya belum menguasai angka-angka. Saya sendiri anggota kabinet, saya mengira bahwa jumlah BUMN itu berkisar di antara 300 sampai 350. Saya kaget waktu saya jadi presiden, saya diberi laporan BUMN itu jumlahnya 1.077," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (20/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Prabowo, besarnya jumlah tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut karena banyak BUMN yang membentuk anak perusahaan hingga beberapa lapis.

"Ini harus kita cek lagi. Ada BUMN yang bikin anak perusahaan, dia bikin lagi cucu perusahaan, dia bikin lagi cicit perusahaan," ujarnya.

Prabowo mengatakan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia mulai melakukan konsolidasi terhadap perusahaan-perusahaan tersebut. Hingga akhir Juli, jumlah BUMN disebut telah berkurang sekitar 250 entitas melalui penutupan, merger, dan konsolidasi.

[Gambas:Youtube]

"Dalam 18 bulan pertama sudah berhasil mengurangi jumlah tersebut dari 1.077. Akhir bulan ini, 31 Juli, mereka sudah menutup, mengonsolidasikan, memerger, sehingga dari 1.077 berkurang 250 BUMN," katanya.

Ia menambahkan Danantara melaporkan kepada dirinya bahwa jumlah BUMN ditargetkan turun menjadi maksimal 350 entitas pada 31 Desember 2026. Dengan demikian, sekitar 700 BUMN akan dikonsolidasikan, digabung, atau ditutup.

"Mereka menyanggupi laporan ke saya, 'Pak, 31 Desember 2026 jumlah BUMN kita dari 1.077 akan maksimal 350'. Berarti di akhir 2026, 700 BUMN yang akan kita tutup, kita merger, kita konsolidasi," ujar Prabowo.

Sang Kepala Negara mengatakan langkah tersebut diperkirakan menghasilkan penghematan biaya operasional yang signifikan. Berdasarkan laporan yang diterimanya, penutupan 250 BUMN telah menghemat sekitar Rp50 triliun dari biaya rutin seperti gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, listrik, transportasi, hingga biaya rapat.

"Mereka laporan, dengan ditutupnya 250 BUMN, overhead biaya rutin yang bisa diselamatkan adalah Rp50 triliun. Gaji direksi, gaji komisaris, sewa gedung, bayar listrik, bayar transport, bayar ini, rapat kerja, Rp50 triliun," kata Prabowo.

Ia memperkirakan nilai penghematan tersebut masih dapat meningkat apabila target konsolidasi hingga akhir tahun tercapai.

"31 Desember saya kira angka penghematan bisa naik, bisa mendekati Rp70 triliun sampai Rp80 triliun," ujarnya.

(del/ins)

Add

as a preferred
source on Google