Prancis vs Spanyol: Usung Misi Balas Dendam, Les Bleus Siap Jinakkan La Roja
Bagi Les Bleus-julukan Timnas Prancis-laga ini bukan sekadar perebutan tiket menuju partai puncak Piala Dunia 2026 untuk menantang pemenang antara Inggris atau Argentina.
Lebih dari itu, duel ini mengusung misi balas dendam atas kekalahan menyakitkan dari La Furia Roja di semifinal Euro 2024 silam.
Jika berhasil menang, anak asuh Didier Deschamps berpeluang menyamai rekor legendaris Jerman dan Brasil sebagai tim yang mampu menembus tiga final Piala Dunia secara berturut-turut.
Prancis menapakkan kaki di semifinal dengan catatan fantastis, menyapu bersih enam kemenangan beruntun sejak fase grup, dengan menggelontorkan total 16 gol.
Swedia, Paraguay, dan Maroko menjadi korban keganasan Les Bleus di fase gugur.
Saat mendepak Maroko di perempat final, ketenangan mental Prancis diuji. Sang kapten Kylian Mbappe sempat gagal mengeksekusi penalti di babak pertama.
Namun, Mbappe menebusnya dengan mencetak gol pembuka sebelum memberikan assist untuk gol pengunci kemenangan yang dicetak Ousmane Dembele.
https://www.akurat.co/bola/873287/prancis-vs-spanyol-rodri-tak-mau-terlena-kemenangan-drama-9-gol-tahun-lalu
Daya ledak lini serang Prancis yang dihuni Mbappe, Dembele, Michael Olise, serta Bradley Barcola ataupun Desire Doue kini menjadi teror paling menakutkan di dunia.
Laga ini juga terasa emosional bagi Didier Deschamps. Pelatih yang telah mengabdi selama 14 tahun ini dipastikan akan menyudahi masa baktinya setelah Piala Dunia 2026 berakhir.
Uniknya, di turnamen terakhirnya ini, Deschamps yang biasanya dikenal sangat pragmatis justru bertransformasi memberikan kebebasan menyerang total bagi timnya.
Laga kontra Spanyol juga akan menobatkan dirinya sebagai pelatih dengan jumlah kepemimpinan laga Piala Dunia terbanyak sepanjang sejarah (26 pertandingan), melampaui rekor Helmut Schon.
Prancis juga memiliki statistik cukup mentereng, di mana selalu lolos dalam empat semifinal Piala Dunia terakhir. Mereka bahkan memenangi tiga laga semifinal terakhir tanpa sekali pun kebobolan.
Kendati Prancis punya modal mentereng, Spanyol bukanlah lawan sembarangan. Skuad asuhan Luis De La Fuente ini memiliki keunggulan psikologis yang masif.
La Roja sukses memenangi tukuh dari sepuluh bentrokan terakhir kontra Prancis, termasuk kemenangan 2-1 di semifinal Euro 2024 dan drama skor gila 5-4 di final UEFA Nations League 2025.
Spanyol datang ke semifinal Piala Dunia kedua mereka sejak edisi 2010 ini dengan status mengerikan.
Sejak Piala Dunia 2018, mereka hanya menelan satu kekalahan dari 27 laga di turnamen mayor. Luis De La Fuente juga mencatatkan 12 kemenangan dari 13 laga terakhirnya.
Senjata rahasia Spanyol kembali bertumpu pada sosok Mikel Merino. Gelandang pemecah rekor sejarah Piala Dunia yang sukses mencetak gol kemenangan dalam dua laga fase gugur berturut-turut sebagai pemain pengganti ini siap kembali menebar teror dari bangku cadangan.
Sementara itu, memori kelam kekalahan di Euro 2024 diakui Mbappe masih membekas. Namun, luka itulah yang memicu gelombang regenerasi besar di tubuh Prancis.
Nama-nama gaek seperti Antoine Griezmann dan Olivier Giroud mulai dipinggirkan. Diganti oleh fondasi baru berbasis alumni tim Olimpiade Prancis.
Perubahan taktik dari 4-3-3 konvensional menjadi 4-2-3-1 yang agresif kini berpusat pada kreativitas Michael Olise.
"Berpindah ke Bayern Munchen membantunya menjadi lebih kuat. Dia membutuhkan waktu untuk beradaptasi, dia cukup pemalu, tetapi yang terpenting adalah apa yang bisa dia lakukan di lapangan," kata Deschamps.
Jika pada Euro 2024 Prancis cenderung pasif dan mendikte laga lewat serangan balik, kini di bawah langit Amerika Utara, kematangan sistem baru Prancis kian mengerikan.
Integrasi Doue, Dembele, kekompakan Olise, serta kedewasaan Mbappe yang kini lebih aktif menekan lawan saat bertahan, membuat Prancis bermain jauh lebih tenang, sabar, dan mematikan.
Dua tahun setelah malam kelabu di Munich, Prancis kini sudah bertransformasi penuh dan siap menuntut balas demi menegaskan kembali status mereka sebagai penguasa sepakbola dunia.