peezycoineth.vip

Presiden apresiasi Mentan Amran, gotong royong antar RI Swasemba - ANTARA News Jawa Timur

2026-08-14 14:45

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman beserta jajaran Kementerian Pertanian atas kerja keras dan semangat gotong royong dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.

“Menteri Pertanian dengan seluruh jajarannya, para penyuluh pertanian, didukung oleh banyak kementerian lain, didukung oleh Pemda, didukung oleh TNI dan Polri. Semuanya ini dengan semangat gotong royong kita telah mencapai suatu prestasi yang diakui oleh dunia,” kata Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Jakarta, Jumat.

Melalui pembenahan regulasi, kemudahan akses pupuk hingga penguatan produksi, pemerintah berhasil mempercepat target swasembada yang semula ditetapkan empat tahun menjadi hanya satu tahun.

Presiden Prabowo menilai capaian pangan Indonesia merupakan hasil kerja bersama yang digerakkan Kementerian Pertanian dengan dukungan penyuluh, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, TNI, Polri, serta petani di seluruh Indonesia.

Presiden menegaskan capaian tersebut tidak lahir dari kondisi yang mudah. Ketika pemerintahannya menerima mandat, petani masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar, mulai dari pupuk yang sulit diperoleh, harga gabah yang kerap jatuh ketika panen, hingga birokrasi yang berbelit.

Pemerintah kemudian memilih membongkar hambatan tersebut agar kebijakan peningkatan produksi dapat bergerak lebih cepat dan manfaatnya sampai kepada petani.

“Ketika kami menerima mandat, petani masih menghadapi pupuk yang sulit diperoleh, harga gabah yang jatuh setiap saat panen, aturan yang berbelit-belit. Kita harus berani menghadapi kesulitan dan mencari solusi,” ujar Presiden.

Salah satu terobosan yang dilakukan adalah deregulasi tata kelola pupuk bersubsidi. Sebanyak 145 aturan yang sebelumnya menghambat rantai penyaluran pupuk dipangkas dan disederhanakan menjadi satu Peraturan Presiden.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pupuk lebih cepat dan mudah diperoleh petani sekaligus menghilangkan hambatan birokrasi yang dapat mengganggu produksi.

Menurut Presiden, reformasi semacam itu diperlukan karena birokrasi seharusnya menjadi instrumen pelayanan, bukan justru memperlambat kebijakan yang dibutuhkan masyarakat. Ia menegaskan prinsip tersebut harus menjadi pegangan seluruh jajaran pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Negara harus memudahkan rakyat, bukan mempersulit,” tegasnya.

Pembenahan pupuk kemudian berjalan bersama berbagai kebijakan percepatan produksi yang dijalankan Kementan.

Pemerintah memperkuat ketersediaan air dan irigasi, mendorong peningkatan luas dan intensitas tanam, menyediakan sarana dan prasarana produksi, menjaga harga hasil panen, serta menggerakkan kolaborasi lintas sektor untuk mengawal produksi pangan dari pusat hingga daerah.

Langkah tersebut diarahkan untuk memenuhi target swasembada pangan yang diberikan Presiden Prabowo kepada Mentan Amran. Target awal empat tahun terus dipercepat hingga akhirnya pemerintah mampu mewujudkannya hanya dalam satu tahun.

Hasilnya, Presiden menyebut Indonesia kini telah mencapai swasembada pada delapan komoditas strategis, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Capaian itu menjadi semakin penting ketika dunia masih menghadapi ketidakpastian produksi pangan akibat perubahan iklim dan ancaman cuaca ekstrem. Presiden Prabowo menilai Indonesia kini berada dalam posisi yang lebih kuat untuk menghadapi tekanan tersebut.

“Kita, alhamdulillah, dapat saya laporkan di majelis ini, soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia, kita berada dalam keadaan aman dan kita akan mampu menghadapi tantangan-tantangan termasuk tantangan El Nino,” ujarnya.

Bagi Presiden, keberhasilan tersebut bukan sekadar tentang meningkatnya produksi. Swasembada merupakan bagian dari kemampuan negara berdiri di atas kekuatan sendiri sekaligus menjamin kebutuhan paling mendasar rakyatnya.

“Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri,” katanya.

Karena itu, apresiasi Presiden Prabowo kepada Mentan Amran dan seluruh insan pertanian sekaligus menjadi penegasan bahwa keberhasilan pangan merupakan hasil dari orkestrasi kebijakan dan kerja gotong royong.

Deregulasi mempercepat pelayanan, pupuk semakin mudah diakses, sarana produksi diperkuat, petani memperoleh perlindungan, sementara pemerintah pusat hingga daerah bergerak bersama menjaga produksi.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia, Presiden mengingatkan keberhasilan sebuah negara pada akhirnya harus tercermin dari kemampuannya menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat.

“Tugas kita bukan sekadar menjaga Republik itu tetap berdiri. Tugas kita adalah memastikan Republik ini berhasil sebagai bangsa, Republik ini berhasil punya kemampuan untuk hadir di tengah-tengah rakyat dan menghadirkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Presiden.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.