peezycoineth.vip

Presiden Prabowo jelaskan kesamaan filosofi Odin v pole ne voin dengan gotong royong - ANTARA News Bangka Belitung

2026-09-03 16:49

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menjelaskan kesamaan filosofi antara pepatah Rusia “Odin v pole ne voin” dengan arti kata “gotong royong” dalam Bahasa Indonesia.

Di panggung Eastern Economic Forum (EEF) Ke-11, Presiden Prabowo menjelaskan pepatah kuno Rusia itu bermakna seseorang tidak dapat berjuang sendiri untuk mencapai tujuannya. Dalam Bahasa Indonesia, pepatah itu menemukan kesamaan dengan makna kata “gotong royong”.

“Saya memahami bahwa masyarakat Rusia memiliki sebuah pepatah Odin v pole ne voin. Tidak akan ada kemenangan jika kita berjuang sendirian,” kata Presiden Prabowo saat berpidato dalam forum ekonomi bergengsi Rusia itu di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis.

“Di Indonesia, kami memiliki pepatah yang sama. Kami menyebutnya gotong-royong. Beban seberat apapun akan menjadi ringan ketika kita memikulnya bersama-sama,” sambung Presiden.

Terlepas dari dua bahasa yang berbeda, Presiden Prabowo melanjutkan, dua negara punya warisan kebijaksanaan yang sama dari para leluhur.

“Kita memiliki bahasa yang berbeda, tetapi kita memiliki kebijaksanaan kuno yang sama dari para leluhur kita,” kata Presiden Prabowo.

Oleh karena itu, Presiden Prabowo pun mengajak Rusia untuk meneruskan kedekatan-kedekatan personal yang terjalin sejak lama menjadi kedekatan yang sifatnya lebih melembaga. Kerja sama-kerja sama bidang perdagangan, konektivitas, sinkronisasi sistem pembayaran, dan proyek-proyek kerja sama dua negara harus terus diperluas dan ditingkatkan jumlahnya.

Di Vladivostok, hari ini, Presiden Prabowo berbagi panggung Eastern Economic Forum Ke-11 dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang, Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, dan Wakil Presiden Myanmar U Nyo Saw.

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.