Probowo dorong penguatan konektivitas untuk majukan ekonomi desa
Probowo dorong penguatan konektivitas untuk majukan ekonomi desa
Jumat, 14 Agustus 2026 21:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/agr
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan kekuatan ekonomi Indonesia berada di desa, terutama melalui aktivitas petani, nelayan, pedagang, hingga pengrajin, sehingga pemerintah akan terus memperbaiki konektivitas antardaerah.
Menurut Presiden, kekuatan ekonomi kerakyatan telah terbukti menjadi penopang Indonesia ketika menghadapi krisis ekonomi 1998. Saat itu, sejumlah bank besar tutup dan perusahaan-perusahaan besar mengalami kebangkrutan, sementara ekonomi desa dan UMKM tetap bertahan.
"Kita ingat waktu krisis 98, krisis moneter, bank-bank besar tutup, perusahaan-perusahaan besar bangkrut. Ekonomi desa, ekonomi kerakyatan justru tetap kuat, kokoh. Yang menyelamatkan kita justru adalah UMKM dan ekonomi kerakyatan," ujar Presiden Prabowo dalam pidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat.
Oleh karena itu, Presiden Prabowo menyatakan konektivitas antardesa menjadi salah satu aspek penting yang harus diperbaiki pemerintah. Salah satunya melalui pembangunan jembatan desa untuk memastikan masyarakat dapat mengakses sekolah, pasar, dan berbagai pusat aktivitas ekonomi dengan aman.
Presiden Prabowo menjelaskan pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 2.500 jembatan desa oleh TNI dan 874 jembatan desa oleh Polri sepanjang tahun 2026. Pemerintah menargetkan lebih dari 5.000 jembatan desa dapat diselesaikan hingga akhir tahun.
Kepala Negara menggambarkan masih adanya anak-anak yang harus berjalan berjam-jam menuju sekolah dengan kondisi basah karena harus menyeberangi sungai. Kondisi tersebut tidak boleh lagi terjadi.
Presiden Prabowo meminta para gubernur, bupati, camat, dan kepala desa aktif memetakan kebutuhan infrastruktur di wilayah masing-masing, khususnya desa yang masih membutuhkan jembatan.
"Kalau gubernur, bupati, kepala desa tidak bisa mengatasi, pemerintah pusat akan turun dan mengatasi. Kita tidak akan membiarkan rakyat kita terlantar," kata Presiden.
Selain jembatan, pemerintah juga membangun titik-titik air bersih di desa.
Prabowo mengatakan masih banyak masyarakat yang harus berjalan berkilo-kilometer untuk mendapatkan air bersih yang digunakan untuk kebutuhan minum, mandi, beribadah, hingga memenuhi kebutuhan ternak dan pertanian.
Pada awal 2026, pemerintah melalui TNI telah membangun sekitar 3.000 titik air desa.
Prabowo menyampaikan apresiasi kepada TNI atas pembangunan infrastruktur tersebut.
Baca juga: Prabowo sebut Garuda Indonesia berhasil reaktivasi 104 pesawat
Baca juga: Prabowo: Keuntungan BUMN digunakan untuk percepat hilirisasi
Pewarta : Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.