peezycoineth.vip

Prodi D4 Manajemen Perhotelan UNP perkuat pedagang kuliner Pantai Apar

2026-08-16 12:46

Padang (ANTARA) - Program Studi D4 Manajemen Perhotelan (Kampus Utama), Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang (FPP UNP) memperkuat kapasitas pedagang kuliner di kawasan Pantai Apar, Desa Apar, Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat melalui Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN).

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Apar sebagai Upaya Mewujudkan Desa Wisata Apar sebagai Destinasi Unggulan dan Berkelanjutan” dilaksanakan di Desa Apar, Kota Pariaman, Sabtu (8/8).

Program PIPN tidak hanya diarahkan pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan destinasi dan pelayanan wisata, tetapi juga memperkuat kesadaran terhadap pentingnya konservasi lingkungan sebagai bagian dari pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Kegiatan diketuai Koordinator Program Studi D4 Manajemen Perhotelan (Kampus Utama) FPP UNP, Pasaribu, S.ST.Par., M.Si.Par., CHE.

Dalam pelaksanaannya, tim FPP UNP mengembangkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat melalui kegiatan edukatif, interaktif, dan aksi nyata di lapangan.

Peserta kegiatan merupakan masyarakat Desa Apar yang beraktivitas sebagai pedagang kuliner di kawasan Pantai Apar.

Keterlibatan pelaku usaha kuliner menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas masyarakat, karena mereka berinteraksi langsung dengan wisatawan dan turut menentukan kualitas pengalaman pengunjung selama berada di kawasan tersebut.

Sebagai pelaku ekonomi lokal, pedagang kuliner memiliki posisi strategis dalam membangun citra destinasi. Produk makanan yang ditawarkan, kebersihan tempat usaha, keramahan, cara berkomunikasi hingga kemampuan memahami kebutuhan pengunjung merupakan bagian dari keseluruhan pengalaman wisatawan.

Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pelaku usaha kuliner menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pengembangan Desa Wisata Apar.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya didorong meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memahami bahwa pelayanan merupakan bagian penting dari produk pariwisata.

Penguatan service excellence

Salah satu materi utama dalam kegiatan PIPN adalah Service Excellence yang disampaikan Dr. Hijriyantomi Suyuthie, SIP., M.M.

Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya pelayanan prima kepada wisatawan, mulai dari membangun sikap positif, komunikasi efektif, keramahan, kebersihan, respons terhadap kebutuhan wisatawan hingga menciptakan pengalaman berkunjung yang berkesan.

Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bahwa pelayanan prima bukan semata-mata berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga menyangkut sikap, kepedulian, komunikasi, kebersihan dan kemampuan memahami kebutuhan pelanggan.

Bagi pedagang kuliner di kawasan wisata, aspek tersebut menjadi semakin penting karena interaksi mereka dengan wisatawan merupakan bagian langsung dari pengalaman yang diperoleh pengunjung.

Sesi penyampaian materi berlangsung interaktif dan dilanjutkan dengan diskusi serta tanya jawab. Peserta memperoleh kesempatan menyampaikan pengalaman, tantangan dan berbagai persoalan yang dihadapi dalam menjalankan usaha kuliner serta melayani wisatawan.

Diskusi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi tim akademisi FPP UNP untuk memahami kebutuhan masyarakat secara lebih kontekstual.

Dengan demikian, program pemberdayaan yang dilakukan dapat disesuaikan dengan kondisi nyata dan kebutuhan pelaku usaha di kawasan Pantai Apar.

Pariwisata dan konservasi berjalan bersama

Selain penguatan kapasitas masyarakat, PIPN memberikan perhatian terhadap aspek konservasi lingkungan. Desa Apar memiliki potensi wisata bahari yang tidak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga memiliki nilai ekologis yang perlu dijaga keberlangsungannya.

Salah satu rangkaian kegiatan yang menarik perhatian adalah aksi konservasi melalui pelepasan tukik atau anak penyu di Pantai Desa Apar.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pesisir, sekaligus memberikan pengalaman edukatif kepada masyarakat dan peserta mengenai pentingnya menjaga keberadaan satwa dan lingkungan laut.

Para peserta bersama masyarakat turut menyaksikan dan berpartisipasi dalam pelepasan tukik menuju habitat alaminya.

Kegiatan tersebut memberikan pesan bahwa pengembangan pariwisata tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga harus berjalan seiring dengan upaya menjaga sumber daya alam yang menjadi daya tarik utama destinasi.

Pelepasan tukik menjadi simbol bahwa pariwisata dan konservasi dapat berjalan berdampingan.

Lingkungan yang terjaga akan menjadi modal jangka panjang bagi keberlanjutan destinasi, sementara kegiatan konservasi dapat dikembangkan menjadi bagian dari wisata edukasi yang memberikan pengalaman bermakna kepada pengunjung.

Ke depan, potensi konservasi penyu dan ekosistem pesisir di Desa Apar juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari aktivitas interpretasi wisata.

Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati keindahan pantai, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai ekosistem pesisir serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Membangun program pemberdayaan berkelanjutan

Kombinasi antara penguatan kapasitas pelayanan dan kegiatan konservasi menjadi salah satu kekuatan utama PIPN di Desa Apar.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan desa wisata membutuhkan keseimbangan antara peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, kualitas pengalaman wisatawan, pengelolaan destinasi dan perlindungan lingkungan.

Program tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan Agustus 2026. Kegiatan lanjutan direncanakan pada awal September 2026 dengan materi dan pendampingan yang lebih diarahkan pada penguatan kapasitas pelaku usaha kuliner serta peningkatan kualitas pelayanan dan pengelolaan usaha di kawasan wisata.

Pada kegiatan lanjutan tersebut, Program Studi D4 Manajemen Perhotelan FPP UNP juga akan membangun kolaborasi dengan salah satu jaringan hotel (hotel chain) di Batam melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Kolaborasi tersebut diharapkan menghadirkan perspektif dan pengalaman langsung dari industri perhotelan kepada masyarakat Desa Apar, khususnya dalam penerapan standar pelayanan, hospitality, kebersihan dan pengelolaan usaha yang berorientasi pada kepuasan pelanggan.

Keterlibatan industri perhotelan diharapkan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Para pelaku usaha kuliner akan memperoleh kesempatan belajar dari praktik profesional yang diterapkan dalam industri hospitality, sehingga pengetahuan dari perguruan tinggi dapat diperkuat dengan pengalaman dan perspektif praktis dunia industri.

Sinergi perguruan tinggi, masyarakat dan industri

Pasaribu, S.ST.Par., M.Si.Par., CHE., selaku Koordinator Program Studi D4 Manajemen Perhotelan (Kampus Utama) sekaligus Ketua Tim Pengabdian, mengatakan pengembangan desa wisata harus dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pariwisata, masyarakat dan lingkungan.

“Desa wisata memiliki kekuatan pada masyarakat dan lingkungan yang menjadi bagian dari identitas destinasi. Karena itu, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya dengan meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga harus diikuti dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan," katanya di Padang, Minggu.

Ia mengatakan pelepasan tukik menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pariwisata dapat berjalan berdampingan dengan konservasi.

Menurutnya, masyarakat merupakan aktor utama dalam pengembangan desa wisata sehingga peningkatan kapasitas masyarakat harus menjadi bagian penting dari strategi pengembangan destinasi.

“Ketika masyarakat memiliki kemampuan memberikan pelayanan yang baik, menjaga kebersihan, mengembangkan produk lokal dan sekaligus menjaga lingkungan, maka desa wisata akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk berkembang secara berkelanjutan,” lanjutnya.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, masyarakat, Pokdarwis dan industri perhotelan diharapkan dapat terus diperkuat.

Kolaborasi tersebut tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan sesaat, tetapi diarahkan untuk membangun proses pendampingan dan peningkatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.

Bagi Program Studi D4 Manajemen Perhotelan (Kampus Utama) FPP UNP, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk nyata implementasi keilmuan hospitality di tengah masyarakat.

Kompetensi yang selama ini dikembangkan dalam lingkungan akademik dan industri diterjemahkan menjadi pengetahuan serta keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha di destinasi wisata.

Bagi sivitas akademika, kegiatan PIPN memberikan ruang untuk memahami secara langsung dinamika pengembangan pariwisata di tingkat masyarakat.

Interaksi dengan pelaku usaha kuliner dan masyarakat Desa Apar, menjadi pengalaman penting dalam memahami bahwa pembangunan pariwisata berkelanjutan membutuhkan pendekatan yang partisipatif, inklusif dan berorientasi pada penguatan kapasitas lokal.

Dengan adanya rangkaian kegiatan tersebut, Desa Apar diharapkan semakin siap mengembangkan potensi wisatanya dengan mengedepankan kualitas pelayanan, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, konservasi lingkungan dan prinsip keberlanjutan.

Penguatan kapasitas pedagang kuliner, kegiatan pelepasan tukik serta rencana kolaborasi dengan industri perhotelan melalui program CSR menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem pariwisata yang lebih kuat di Desa Apar.

Melalui Program Integrasi Prodi dan Nagari, FPP UNP menegaskan komitmennya untuk hadir dan tumbuh bersama masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan Desa Wisata Apar sebagai destinasi yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan dan menjaga kelestarian lingkungan.

Dari pelayanan prima hingga konservasi tukik, dari pemberdayaan masyarakat hingga kolaborasi dengan industri, PIPN Desa Apar menjadi bagian dari upaya membangun pariwisata berkelanjutan melalui kolaborasi dan kepedulian bersama.

Kegiatan tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 14 tentang ekosistem laut, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan, melalui penguatan kapasitas pelaku usaha lokal, pengembangan pariwisata berkelanjutan, konservasi ekosistem pesisir dan kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah desa serta industri.