peezycoineth.vip

Produser Film Nia Dilaporkan atas Dugaan Penggelapan dan Pelanggaran Hak Cipta, Ada Kaitannya dengan Ruben Onsu Ngamuk!

2026-09-24 13:40

Kamis, 24 September 2026 - 20:40 WIB

VIVA – Persoalan di balik produksi film Nia memasuki ranah hukum. Direktur PT Smaradana Pro, Aditya Gumay, melaporkan rekan produsernya, Niki dari 786 Production, ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penggelapan dan pelanggaran hak cipta.

Baca Juga

Salah satu persoalan yang dipermasalahkan Aditya adalah kontrak penjualan film Nia kepada platform OTT Netflix. Menurutnya, PT Smaradana Pro hingga kini belum memperoleh salinan kontrak tersebut, meski pihaknya disebut memiliki hak yang sama dalam proyek film tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Persoalan ini juga menyeret nama Ruben Onsu. Ruben diketahui terlibat dalam produksi Nia sebagai Executive Producer sehingga Aditya menyebut Ruben sebagai salah satu pihak yang turut dirugikan dalam persoalan tersebut.

Baca Juga

"Smaradana Pro di dalamnya ada Ruben, ya, di mana Ruben juga tertulis namanya di layar itu adalah Executive Producer," terang Aditya di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis 24 September 2026.

Kontrak Penjualan Film Jadi Persoalan

Baca Juga

Aditya mengatakan PT Smaradana Pro dan pihak Niki memiliki porsi yang setara sebagai produser. Namun, ketika film tersebut disebut telah memiliki kesepakatan dengan platform OTT, pihaknya justru mengaku tidak mendapatkan dokumen kontrak yang dimaksud.

"Kita enggak bisa lakukan karena sampai hari ini kontrak yang dipegang oleh Pak Niki itu, selaku rekanan produser saya yang sama-sama punya hak, itu justru tidak diberikan ke saya," ungkap Aditya.

Menurut Aditya, dokumen tersebut menjadi penting karena ada pembicaraan mengenai calon pembeli dari luar negeri. Pihak tersebut disebut berminat mengakuisisi hak tayang Nia untuk wilayah Asia Pasifik hingga dunia.

Akan tetapi, Aditya mengaku belum dapat memastikan cakupan wilayah penayangan film tersebut. Pasalnya, ia belum mengetahui secara langsung isi kesepakatan antara pihak Niki dan Netflix.

Upaya untuk mendapatkan kejelasan disebut sudah dilakukan melalui komunikasi antarpihak hingga melibatkan kuasa hukum. Somasi pun telah dilayangkan, tetapi menurut Aditya belum menghasilkan penyelesaian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disebut sebagai "Rahasia Dapur"

Aditya mengungkapkan, pihak Niki memiliki alasan tersendiri untuk tidak memberikan salinan maupun informasi mengenai kontrak tersebut. Kontrak dengan platform OTT disebut sebagai rahasia perusahaan.

Halaman Selanjutnya

"Dia selalu bilang bahwa kontrak yang dia dapatkan dari pihak OTT itu adalah 'rahasia dapurnya dia'. Dia enggak mau ngasih tahu angkanya, dia enggak mau kasih tahu semuanya," jelas Aditya.