PTRO Berhasil Mengantongi Kontrak Tambang Batu Bara Senilai Rp9,3 Triliun
Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:32 WIB
Jakarta, VIVA – PT Petrosea Tbk (PTRO) mendapatkan dua kontrak baru jasa pertambangan batu bara dengan nilai estimasi mencapai sekitar Rp9,3 triliun. Kontrak tersebut berasal dari PT Pesona Bara Cakrawala (PBC) dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP), yang merupakan anak usaha tidak langsung PT Singaraja Putra Tbk (SINI).
Baca Juga
Perjanjian jasa pertambangan antara PTRO, PBC, dan CBP telah ditandatangani pada Kamis, 23 Juli 2026. Kedua kontrak tersebut memiliki jangka waktu pekerjaan sepanjang usia tambang atau life of mine.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dengan kontrak baru ini, PTRO akan menjalankan peran sebagai kontraktor jasa pertambangan untuk dua proyek batu bara yang berlokasi di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Baca Juga
Sekretaris Perusahaan PTRO Anto Broto menjelaskan, ruang lingkup pekerjaan PTRO dalam kontrak tersebut meliputi sejumlah kegiatan utama pertambangan.
“Perseroan akan bertindak selaku kontraktor jasa pertambangan dengan ruang lingkup pekerjaan di antaranya mencakup jasa pengupasan dan pemindahan lapisan tanah penutup (overburden removal), pemberaian material batuan, serta penambangan batubara,” jelas Anto Broto dalam keterangan resminya, Kamis, 23 Juli 2026.
Baca Juga
Total estimasi nilai kontrak PTRO tersebut mengacu pada Indonesian Coal Index (ICI) per 23 Juli 2026.
PTRO Dapat Kontrak Rp7,7 Triliun dari Proyek PBC
Salah satu kontrak yang diperoleh PTRO berasal dari proyek tambang PBC. Perusahaan tersebut memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Dalam proyek PBC, PTRO akan menangani pekerjaan pertambangan dengan estimasi volume produksi lapisan tanah penutup mencapai 189 juta bank cubic meter (BCM).
Sementara itu, estimasi produksi batu bara dari proyek tersebut mencapai 42 juta ton. Nilai kontrak jasa pertambangan yang diperoleh PTRO dari PBC diperkirakan mencapai Rp7,7 triliun.
Dari proyek tambang PBC tersebut, SINI memproyeksikan total pendapatan hingga US$2,6 miliar atau sekitar Rp45,6 triliun sepanjang masa kontrak. Batu bara yang diproduksi dari proyek tersebut memiliki kalori GAR 4200.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kontrak PTRO dari CBP Capai Rp1,6 Triliun
Selain PBC, PTRO juga mendapatkan kontrak jasa pertambangan dari CBP. Perusahaan tersebut juga mengantongi IUP-OP di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Halaman Selanjutnya
Proyek CBP memiliki estimasi volume produksi lapisan tanah penutup sebesar 40 juta BCM. Sementara produksi batu bara diperkirakan mencapai 8 juta ton sepanjang masa tambang.