peezycoineth.vip

Puji Fajar/Rian 'Pecah Telur' di Jepang Terbuka, Antonius Budi Ingatkan Segera Fokus ke China Terbuka

2026-07-20 12:19

AKURAT.CO, Pelatih Kepala Ganda Putra Pelatnas PBSI, Antonius Budi Ariantho, melayangkan apresiasi tinggi atas keberhasilan luar biasa yang ditorehkan anak asuhnya, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, di ajang BWF World Tour Super 750 Jepang Terbuka 2026.

Menurut Antonius, keberhasilan Fajar/Fikri merebut takhta tertinggi Jepang Terbuka dinilai menjadi bukti kematangan taktik skuad ganda putra di level elite.

Tampil di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jepang, Minggu (19/7/2026) waktu setempat, Fajar/Fikri yang datang sebagai unggulan kedua sukses naik podium tertinggi Jepang Terbuka.

Kehebatan duet andalan Merah Putih ini dibuktikan lewat kemenangan meyakinkan dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-17 atas raksasa Korea Selatan sekaligus unggulan pertama dunia, Kim Won-ho/Seo Seung-jae.

Ditemui usai laga final, Antonius Budi mengaku sangat puas dengan performa yang dipertontonkan anak didiknya. Baginya, menumbangkan pasangan peringkat satu dunia di partai puncak membutuhkan kombinasi mental baja dan eksekusi strategi yang nyaris tanpa cela.

"Cukup puas dan senang sekali Fajar/Fikri bisa juara di Japan Open ini. Istilahnya tidak gampang, apalagi lawan di final unggulan pertama dan pasangan nomor satu dunia. Hari ini, Fajar/Fikri bermain dengan sangat bagus, minim melakukan kesalahan sendiri," puji Antonius.

Mantan pebulutangkis nasional itu membeberkan bahwa kunci utama kemenangan Fajar/Fikri terletak pada keberhasilan mereka meredam kekuatan lawan lewat adu permainan net sejak awal laga.

https://akurat.co/badminton/874827/fajar-fikri-juara-japan-open-2026-akhiri-penantian-gelar-hampir-setahun

"Saya memang berpesan dari awal untuk mengadu di permainan depan dan tidak banyak melakukan unforced error, ini bisa mereka jalankan dengan baik. Fajar/Fikri bergantian menguasai permainan depan dan tidak membiarkan lawan mengambil alih kendali," urai sang pelatih membedah taktik jitu anak asuhnya.

Kendati tengah bersuka cita, Antonius langsung memasang mode siaga menghadapi turnamen akbar berikutnya. Ia mewanti-wanti Fajar/Fikri untuk tidak terbuai karena ujian yang lebih berat sudah menanti di depan mata.

"Masih ada China Open setelah ini, jadi saya berharap mereka tetap fokus, tidak hilang fokusnya karena walaupun lawannya tidak jauh berbeda, tapi level turnamennya lebih tinggi, Super 1000. Semoga gelar ini membuat mereka semakin percaya diri," tegas Antonius.

Akhiri Puasa Gelar, Kado Spesial Pernikahan Fajar Alfian

Kemenangan ini sekaligus mengakhiri dahaga gelar juara bagi Fajar/Fikri. Pasangan ini tercatat harus menunggu hampir satu tahun lamanya setelah terakhir kali berdiri di podium tertinggi pada ajang China Terbuka 2025 lalu.

"Penantian hampir satu tahun setelah juara di China Open 2025. Semoga ini jadi awal dari kebangkitan kami untuk bisa meraih gelar-gelar berikutnya," kata Fajar emosional.

Menariknya, Fajar secara khusus mendedikasikan trofi juara dari Negeri Sakura ini sebagai kado terindah untuk tambatan hatinya.

"Gelar ini saya persembahkan secara khusus untuk istri saya, karena ini gelar pertama setelah menikah," jelas Fajar.

Senada dengan Fajar, Muhammad Shohibul Fikri juga tak kuasa menyembunyikan rasa bahagianya. Baginya, medali emas Jepang Terbuka 2026 ini merupakan upah dari keteguhan hati melewati masa-masa sulit sepanjang tahun.

"Gelar ini untuk saya sendiri, buah dari kesabaran selama ini. Untuk keluarga dan orang-orang yang saya cintai, serta seluruh suporter yang selalu mendukung dan mendoakan kami," tutup Fikri penuh syukur.