peezycoineth.vip

Pupuk Kaltim Rampungkan Revamping Ammonia Pabrik-2, Siap Beroperasi Penuh |Republika Online

2026-08-24 00:00

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bersiap mengoperasikan penuh Ammonia Pabrik-2 setelah menyelesaikan rangkaian pengujian kinerja fasilitas produksi selama 168 jam pada 13-19 Agustus 2026. Proses revamping atau modernisasi pabrik tersebut sukses menurunkan konsumsi energi sekaligus meningkatkan kapasitas produksi amonia.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan, hasil pengujian menunjukkan seluruh parameter operasional telah terpenuhi. Keberhasilan tersebut menjadi dasar bagi perusahaan untuk memasuki fase operasional penuh dalam waktu dekat.

“Keberhasilan modernisasi ini menjadi pijakan perusahaan dalam memperkuat keandalan pasokan pupuk nasional sekaligus meningkatkan efisiensi energi dan dekarbonisasi industri,” ujar Rafli dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (23/8/2026).

Berdasarkan hasil uji kinerja, revamping Ammonia Pabrik-2 menurunkan konsumsi energi dari 39,28 menjadi 35,25 Million British Thermal Unit (MMBTU) per ton amonia. Efisiensi sebesar 4,03 MMBTU tersebut diproyeksikan menghasilkan penghematan biaya produksi hingga 14,3 juta dolar AS per tahun atau sekitar Rp228 miliar.

Rafli mengatakan, penyelesaian pengujian kinerja menandai kesiapan fasilitas untuk beroperasi penuh. Menurut dia, modernisasi tersebut juga meningkatkan efisiensi dan keandalan fasilitas produksi.

“Kami tidak hanya memastikan Ammonia Pabrik-2 kembali beroperasi, tetapi juga menghadirkan kinerja fasilitas produksi yang lebih efisien dan andal,” sambung Rafli.

Selama pengujian, Ammonia Pabrik-2 mampu menghasilkan rata-rata 1.841 ton amonia per hari. Kapasitas tersebut meningkat 4,18 persen dibandingkan sebelumnya yang mencapai 1.767 ton per hari.

Peningkatan kapasitas tersebut memperkuat ketersediaan amonia sebagai bahan baku utama produksi urea di Pupuk Kaltim. Dari sisi lingkungan, efisiensi energi juga diproyeksikan menurunkan emisi karbon sekitar 110 ribu ton CO2 per tahun.

“Dari sisi produksi, revamping ini juga berhasil meningkatkan kapasitas Ammonia Pabrik-2,” ungkap dia.

Modernisasi Ammonia Pabrik-2 mencakup pembaruan sejumlah teknologi, antara lain shift converter, ammonia converter, dan CO2 removal system. Sistem kontrol juga diperbarui melalui penerapan Distributed Control System (DCS) yang memungkinkan pemantauan proses secara real-time.

Pupuk Kaltim meresmikan proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 pada Januari 2026. Setelah itu, fasilitas menjalani tahapan persiapan, pengujian, dan penyesuaian operasi hingga mencapai kinerja optimal pada Agustus 2026.

“Proyek ini menjadi tonggak pertama yang diselesaikan dari tujuh komitmen revitalisasi dan penguatan industri pupuk yang dijalankan Pupuk Indonesia Group dalam lima tahun ke depan,” ujar Rafli.

Proyek tersebut merupakan salah satu program revitalisasi industri pupuk nasional yang didukung Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025. Pupuk Kaltim selanjutnya akan melanjutkan pengembangan proyek strategis lain, termasuk pembangunan Pabrik Soda Ash di Bontang dan pengembangan kawasan industri pupuk baru.

Rafli mengatakan, pengembangan tersebut akan meningkatkan efisiensi dan keandalan operasi sekaligus memperkuat ketersediaan pupuk nasional.