Pusat perbelanjaan ambruk imbas gempa Kumamoto, puluhan orang terjebak
Pusat perbelanjaan ambruk imbas gempa Kumamoto, puluhan orang terjebak
Rabu, 29 Juli 2026 06:50 WIB
Seismograf, alat pencatat gempa bumi. ANTARA/Anadolu Ajensi/pri.
Tokyo (ANTARA) - Puluhan orang dikabarkan terjebak di bawah reruntuhan sebuah pusat perbelanjaan yang beberapa bagian bangunannya ambruk akibat gempa besar di Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, Selasa, lapor media setempat.
Pada pukul 6 sore waktu setempat (16:00 WIB), dinas pemadam kebakaran menerima sejumlah panggilan darurat yang melaporkan sebuah ledakan yang terjadi di Mall Aeon, dengan asap putih kemudian membumbung dari gedung tersebut, kata FNN TV.
Rekaman dari udara yang disiarkan NHK memperlihatkan sebagian dari tembok luar pusat perbelanjaan tersebut runtuh hingga menyisakan kerangka besinya saja.
Siaran yang sama juga memperlihatkan struktur atap yang runtuh sebagian dan lubang menganga di atap gedung.
Laporan media menyebut tingkat kedua mall tersebut ambruk, sehingga menyebabkan korban terjebak di bawah reruntuhannya. Adapun 200 orang lainnya berhasil menyelamatkan diri ke lapangan parkir terdekat.
"Saat ini kami tengah mengkonfirmasi situasi yang terjadi. Kami juga masih mengkonfirmasi tingkat kerusakan," kata Ketua Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihaka, seperti dikutip NHK.
Sebelumnya, gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushi, Jepang barat daya. Kurang dari satu jam kemudian, terjadi gempa susulan bermagnitudo 6,1.
Merespons peristiwa tersebut, pemerintah Jepang langsung mendirikan satuan tugas darurat di bawah pusat penanganan krisis Perdana Menteri Jepang.
Meski dilaporkan terjadi kebakaran serta kerusakan jalan dan rumah-rumah, tidak ada laporan masalah pada sejumlah PLTN yang terletak di lokasi terdampak gempa.
Menurut laporan awal, lebih dari 50 orang terluka akibat gempa besar tersebut.
Sumber: Sputnik
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pusat perbelanjaan ambruk imbas gempa Kumamoto, puluhan orang terjebak
Pewarta : Nabil Ihsan
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026