Ramaikan 407 Mal, ISF 2026 Manjakan Konsumen dengan Promo dan Diskon Melimpah
Baca Juga: Gaduh Platform Fee, YLKI: Hal Yang Wajar Selama Diinformasikan Secara Jelas ke Konsumen
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Wijaja, mengungkapkan bahwa segmen menengah bawah merupakan porsi pangsa pasar terbesar di Tanah Air.
Kehadiran pesta diskon ini menjadi momentum krusial untuk mengikis dampak perlambatan konsumsi masyarakat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan pelemahan nilai tukar rupiah.
"Ini kesempatan bagi UMKM untuk meningkatkan transaksi. Di sisi lain, konsumennya didominasi masyarakat menengah bawah, sehingga secara tidak langsung kegiatan ini diharapkan dapat membantu mendorong daya beli mereka," kata Alphonzus dalam acara pembukaan ISF 2026 di K Mall Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Tak sekadar pesta belanja biasa, ISF 2026 menyajikan beragam promo menggiurkan, mulai dari potongan harga hingga 80 persen, promo lintas merek, hingga grand prize satu unit mobil. Alphonzus juga menyoroti peluang menggaet masyarakat kelas atas di tengah melemahnya kurs mata uang.
“Kebetulan nilai tukar rupiah melemah, belanja di luar negeri jadi lebih mahal, itu yang bisa dimanfaatkan untuk kalangan menengah atas supaya belanja di dalam negeri,” katanya.
Gelaran yang diinisiasi oleh APPBI, Hippindo, Aprindo, serta para pemangku kepentingan ini dipatok mampu meraup nilai transaksi fantastis mencapai Rp 38 triliun.
Angka ini melonjak tajam sekitar 50,8 persen jika dibandingkan dengan capaian ISF 2025 yang berada di angka Rp 25 triliun.
Dukungan penuh pun mengalir dari pemerintah.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, optimistis acara ini mampu menggerakkan roda ekonomi dan pariwisata secara simultan melalui integrasi ekosistem belanja nasional.
"Kegiatan ini memang harus sifatnya inklusif dan melibatkan semua pihak. Tapi dari pemerintah tentu saja posisinya sangat mendukung karena ini merupakan roda penggerak ekonomi yaitu konsumsi domestik, ditambah lagi dengan kehadiran salah satu unsur dari pariwisata," kata Iqbal.
Baca Juga: Mendag Budi: Kualitas Produk Lokal Dongkrak Permintaan Konsumen
Ia menambahkan, potensi penjualan bahkan berpeluang melampaui target yang ditetapkan seiring dengan terjaganya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).
"Terkait target, jika dibandingkan tahun 2025, capaian ISF 2025 adalah Rp 25 triliun. Sementara target di tahun ini meningkat menjadi Rp 38 triliun. Bukan hanya optimisme, ada semacam ajakan juga dari Hippindo dan Aprindo, kayaknya bisa lebih juga di atas Rp38 triliun," tegasnya.