peezycoineth.vip

Rating BBB Dinilai Jadi Bukti Fiskal Indonesia Masih Kuat

2026-07-16 09:30

AKURAT.CO Pemerintah menilai keputusan lembaga pemeringkat internasional yang tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia menjadi indikator penting bahwa kondisi fiskal nasional masih dipercaya pasar global.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Standard & Poor's (S&P) masih menempatkan Indonesia pada peringkat BBB dengan prospek stabil, meski nilai utang pemerintah telah melampaui Rp8.000 triliun.

Menurut dia, penilaian lembaga pemeringkat mencerminkan keyakinan terhadap kemampuan pemerintah dalam memenuhi kewajiban pembayaran utang.

Baca Juga: Rasio Utang RI 40 Persen PDB, Menkeu Purbaya: Masih Aman

"Kalau kita dianggap tidak mampu, tentu outlook sudah berubah menjadi negatif atau bahkan terjadi penurunan peringkat," kata Purbaya di Istana Presiden, Jakarta, Rabu(15/7/2026).

Peringkat kredit menjadi salah satu acuan utama investor dalam menilai risiko investasi suatu negara. Status investment grade yang dipertahankan Indonesia dinilai membantu menjaga kepercayaan investor terhadap instrumen keuangan domestik, termasuk surat berharga negara.

Selain mempertahankan peringkat kredit, pemerintah juga menekankan bahwa rasio utang Indonesia masih berada di sekitar 40% terhadap PDB. Angka tersebut dinilai relatif rendah dibandingkan sejumlah negara maju.

Purbaya menyebut Amerika Serikat memiliki rasio utang di atas 100% terhadap PDB, Singapura sekitar 175%, Jerman lebih dari 60%, sementara Jepang mendekati 275%.

Baca Juga: Purbaya dan Said Iqbal Bahas Aturan Pajak JHT

Pemerintah memandang kombinasi antara rasio utang yang masih terkendali dan peringkat kredit yang stabil menjadi indikator bahwa kebijakan fiskal Indonesia tetap berada pada jalur yang berkelanjutan.

Ke depan, pemerintah menyatakan akan terus menjaga disiplin fiskal agar kredibilitas tersebut dapat dipertahankan di tengah ketidakpastian ekonomi global.