Rektor Untad: Gerakan Berani Magaya upaya kampus eliminasi tuberkulosis
Rektor Untad: Gerakan Berani Magaya upaya kampus eliminasi tuberkulosis
Senin, 24 Agustus 2026 13:19 WIB
Rektor Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah (Sulteng) Prof Amar menjelaskan program Berani Magaya di Kota Palu. ANTARA/HO-Humas Universitas Tadulako
Kota Palu (ANTARA) - Rektor Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah (Sulteng) Prof Amar mengatakan Program Gerakan Berani Magaya yang digagas kampus tersebut merupakan upaya konkret perguruan tinggi dalam membantu pemerintah mengeliminasi tuberkulosis atau TB di tanah air khususnya provinsi setempat.
"Gerakan Berani Magaya merupakan bagian dari komitmen kami mewujudkan Indonesia sehat dan bebas dari penyakit TB," kata Rektor Untad Prof Amar di Kota Palu, Senin.
Prof Amar mengatakan Program Berantas Infeksi TB, Mahasiswa Jaga dan Sayang Keluarga atau Berani Magaya merupakan kolaborasi sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Sulteng untuk memperkuat peran kampus dalam penanggulangan TB.
Khusus di Untad, implementasi Program Berani Magaya akan diperkuat oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat melalui berbagai kegiatan di antaranya pengabdian kepada masyarakat termasuk kuliah kerja nyata atau KKN berdampak.
"Universitas Tadulako terus menjaga komitmennya dalam mendukung berbagai program pemerintah baik pusat maupun daerah sebagai wujud Kampus Berdampak," ujar dia.
Sementara itu, Gubernur Sulteng Anwar Hafid mengatakan peningkatan kualitas kesehatan menjadi salah satu program unggulan pemerintah setempat melalui program Berani Sehat. Kebijakan tersebut memberikan jaminan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang mengantongi E-KTP Sulteng.
"Kesehatan menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian serius dari pemerintah provinsi melalui program Berani Sehat," kata gubernur.
Oleh karena itu, sambung dia, Berani Sehat termasuk dalam sembilan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulteng yang memprioritaskan aspek kesehatan masyarakat di Bumi Tadulako.
"Harapannya, melalui program Berani Sehat tidak ada lagi masyarakat yang tidak dilayani saat sakit, tak terkecuali penyakit TB," kata dia.
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026