Resmi Dibentuk, IBMA Perkuat Ekosistem Pasar Emas Nasional
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pembentukan IBMA menandai fase baru dalam pengembangan industri bullion di Indonesia.
Menurutnya, setelah fondasi regulasi dan kelembagaan dibangun melalui implementasi kegiatan usaha bullion atau Bank Emas, tahap selanjutnya adalah menciptakan pasar yang semakin efisien, likuid, transparan, dan terintegrasi.
"Tantangan kita bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi memastikan emas tersebut dikelola di dalam negeri sehingga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional," kata Airlangga dalam peresmian IBMA di BSI Tower, Jakarta.
Airlangga berharap IBMA dapat menjadi katalis yang memperkuat kolaborasi antar pelaku industri sekaligus meningkatkan daya saing pasar bullion Indonesia.
IBMA sendiri beranggotakan pelaku usaha yang bergerak dari hulu hingga hilir, mulai dari perusahaan pertambangan emas, manufaktur dan pengolahan emas, perdagangan emas batangan, perusahaan pembiayaan dan lembaga keuangan nonbank, hingga bank bullion.
Sejumlah perusahaan yang telah bergabung antara lain PT Pegadaian, Bank Syariah Indonesia (BSI), PT Hartadinata Abadi Tbk, UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN), Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, ICDX Group, PT Central Mega Kencana, PT Sentral Kreasi Kencana, serta PT Laku Emas Indonesia.
Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian sekaligus Ketua Umum IBMA, Selfie Dewiyanti mengatakan, asosiasi tersebut diharapkan menjadi akselerator dalam membangun ekosistem perdagangan dan jasa bullion nasional yang transparan serta berdaya saing global.
"Melalui penguatan wadah ini, seluruh pelaku industri didorong untuk menciptakan pasar bullion Indonesia yang kredibel, kompetitif, dan memenuhi standar internasional," kata Selfie.
Selfie menuturkan, dalam jangka panjang IBMA diharapkan mampu mendorong transformasi Indonesia dari negara produsen emas menjadi pusat perdagangan dan jasa bullion atau bullion hub di kawasan regional.
Penguatan ekosistem bullion juga dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi pengembangan layanan keuangan berbasis emas, seperti tabungan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas.
“Dengan ekosistem yang semakin kuat, Indonesia tidak hanya akan menjadi negara penghasil emas, tetapi juga berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa bullion di kawasan yang mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap investasi, pendalaman pasar keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Selfie.
Pembentukan IBMA juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat rantai nilai emas nasional dari hulu hingga hilir.
Langkah tersebut mencakup peningkatan kapasitas industri pengolahan emas, pengembangan jasa keuangan bullion, penyempurnaan regulasi, insentif fiskal, serta harmonisasi standar industri dengan praktik internasional.