Respons Tak Terduga Jenderal Maruli Simanjuntak Soal Warga Gerebek Rumah Perwira TNI yang Jadi Markas Judol
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:10 WIB
Jakarta, VIVA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengapresiasi keterlibatan warga dalam penggerebekan rumah dinas perwira TNI di kawasan KPAD Cijantung, Jakarta Timur, yang diduga dijadikan markas judi online (judol).
Baca Juga
Maruli menilai langkah warga yang ikut mengamankan lokasi tersebut merupakan respons positif terhadap dugaan aktivitas ilegal di lingkungan tempat tinggal mereka.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Itu kan karena komplek pensiunan, ya, ada juga yang punyanya aktif sehingga digerebek oleh mereka sendiri ya bersama-sama. Saya pikir ya kalau masyarakat sekitar ikut beraksi mengamankan, saya pikir bagus sebetulnya, ya," kata Maruli, dikutip Sabtu (10/10/26).
Baca Juga
Maruli menegaskan pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap anggota yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Adapun rumah itu diduga disewakan Letkol Infanteri Arman yang menempati rumah tersebut. Kini dia telah ditahan di Pomdam Jaya atas perbuatannya itu.
Baca Juga
"Bahwa kita akan tindak tegas orang ini, ya," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, kasus dugaan penyalahgunaan rumah dinas perwira TNI AD menjadi markas judi online (judol) di Kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur, memasuki babak baru.
Letkol Infanteri Arman yang menempati rumah tersebut kini ditahan Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya/Jayakarta untuk menjalani pemeriksaan.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan, penahanan dilakukan dalam rangka mendalami dugaan pelanggaran yang menyeret perwira menengah TNI AD tersebut. Penanganan perkara masih berada pada tahap penyelidikan.
”Terduga sudah ditahan dalam angka pemeriksaan di Pomdam Jaya,” ungkap Nas saat dikonfirmasi pada Jumat (9/10/26).
Untuk diketahui, dugaan rumah milik seorang perwira TNI AD di Kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur, dijadikan lokasi operasional judi online (judol) memasuki babak baru.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
TNI AD kini melakukan penyelidikan setelah belasan orang diamankan dari lokasi tersebut. Sebanyak 11 orang yang diduga sebagai operator judol diamankan aparat.
Mereka seluruhnya merupakan warga sipil, terdiri dari enam laki-laki dan lima perempuan. Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Dony Pramono memastikan informasi mengenai dugaan tersebut tengah ditindaklanjuti jajaran TNI AD.
Halaman Selanjutnya
”Semua masih dalam penyelidikan,” katanya kepada wartawan, Kamis (8/10/26).