peezycoineth.vip

Revitalisasi tahap II sasar 19 sekolah di Lotim

2026-07-22 12:08

Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat menyatakan revitalisasi tahap II tahun 2026 di daerah itu menyasar 19 sekolah jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) maupun taman kanak-kanak (TK).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur Nurul Wathoni di Lombok Timur, Rabu, mengatakan revitalisasi ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo untuk pembenahan sarana prasarana pendidikan, termasuk bagi sekolah swasta di semua jenjang mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK.

"Pada tahap II ini kembali 19 lembaga TK/PAUD lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur mendapatkan bantuan revitalisasi sekolah dan saat ini melakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama dengan pihak kementerian di Bali," katanya.

Ia mengatakan pengelolaan revitalisasi dilakukan secara swakelola, karena itu yang bertanda tangan dan bertanggung jawab langsung adalah kepala sekolah bersama tim komite, konsultan pengawas, dengan PPK (pejabat pembuat komitmen) di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

"Bantuan revitalisasi dari kementerian tahap I dan II totalnya sudah mencapai 100 lembaga. Insya Allah akan terus bertambah seiring dengan ikhtiar dari anggota DPR RI, DPD melalui pokir maupun usulan reguler melalui sistem dapodik," katanya.

Baca juga: Kemendikdasmen memperkuat kompetensi guru vokasi seni budaya

Ia berharap kepala sekolah dapat bekerja maksimal sesuai juknis dan regulasi yang ditetapkan dan pihaknya mengapresiasi pemerintah pusat yang tidak membedakan perlakuan antara sekolah negeri dan swasta.

"Kami sangat mengapresiasi program revitalisasi sekolah dari kementerian ini. Terlebih pada 2026 ini cukup banyak sekolah swasta yang mendapatkan bantuan," ujarnya.

"Di juknis revitalisasi sudah jelas tupoksi berbagai pihak. Kepala sekolah bersama timnya telah diberikan kepercayaan penuh oleh kementerian untuk mengelola dan melaksanakan revitalisasi secara mandiri," katanya.

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026