peezycoineth.vip

Riset DBS Ungkap Sustainability Makin Menentukan Masa Depan Bisnis

2026-08-21 06:00

Liputan6.com, Jakarta - Riset Bank DBS Indonesia menunjukkan bahwa inisiatif keberlanjutan (sustainability) tidak lagi semata-mata menjadi agenda kepatuhan atau kewajiban, tetapi semakin terkait langsung dengan pertumbuhan, daya saing, dan ketahanan suatu bisnis.

Dalam riset bertajuk The Sustainability Shift: Indonesia’s Industrial Landscape in Five Key Sectors, Opportunities and Risks, mengkaji bagaimana perubahan tersebut terjadi di lima sektor, yakni energi, energi terbarukan dan infrastruktur, teknologi, media dan telekomunikasi, pangan dan agribisnis, kesehatan dan farmasi, serta logam dan pertambangan.

"Di tengah perubahan lanskap bisnis yang semakin kompleks, perusahaan membutuhkan perspektif yang jelas untuk menentukan prioritas dan mengambil keputusan jangka panjang. Keberlanjutan kini semakin berkaitan erat dengan ketahanan usaha, daya saing, dan penciptaan nilai," kata Director of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Anthonius Sehonamin, Jumat (21/8/2026).

Dia mengatakan, pergeseran menuju bisnis yang lebih berkelanjutan tidak memiliki satu jalur yang sama di setiap sektor. Melalui riset ini, pihaknya berupaya memberikan insights yang lebih terarah mengenai perubahan yang terjadi di berbagai sektor strategis, sekaligus peluang dan tantangan yang perlu diantisipasi dunia usaha.

Salah satu temuan utama riset ini menegaskan bahwa pendekatan keberlanjutan tidak dapat diterapkan secara seragam di seluruh industri. Kelima sektor menghadapi tekanan untuk bergerak dari pendekatan compliance-driven menuju strategi bisnis inti, namun pemicu (driver), tantangan, dan bentuk solusi yang dibutuhkan berbeda signifikan satu sama lain, sehingga bentuk intervensi pembiayaan maupun advisory dari perbankan perlu disesuaikan per sektor.

Selain itu, temuan riset menunjukkan bahwa besarnya peluang keberlanjutan di suatu sektor tidak serta-merta membuat sebuah proyek mendapatkan pembiayaan. Kesiapan proyek, profil risiko, kepastian arus kas, serta kompleksitas struktur pembiayaan menjadi faktor penting yang menentukan apakah suatu peluang dapat direalisasikan.

Dalam konteks tersebut, peran perbankan tidak berhenti pada penyediaan modal. Perusahaan juga membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kesiapan proyek, menentukan struktur pembiayaan yang sesuai, serta mengidentifikasi solusi yang dapat menjembatani kebutuhan keberlanjutan dengan kelayakan komersial.