peezycoineth.vip

Riset humanisme religius dorong penguatan toleransi di Kota - ANTARA News Kalimantan Barat

2026-07-30 14:20

Singkawang (ANTARA) - Penelitian mengenai praktik humanisme religius di Singkawang, Kalimantan Barat mendorong penguatan toleransi, mencegah potensi konflik sosial, serta menjaga harmoni masyarakat sebagai modal pembangunan nasional.

Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Penelitian MORA-The Asia Foundation Tahun 2026 yang diselenggarakan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) di Singkawang, Kamis.

Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak, Prof Zaenuddin mengatakan penelitian tersebut tidak hanya mendokumentasikan praktik kehidupan beragama yang harmonis, tetapi juga menghasilkan rekomendasi berbasis ilmiah untuk memperkuat ketahanan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

"Karena pengalaman Kota Singkawang dalam membangun hubungan lintas agama selama ini layak menjadi rujukan bagi daerah lain di Indonesia," ujarnya.

Meski demikian, lanjutnya, kondisi yang harmonis tidak boleh membuat semua pihak lengah terhadap berbagai dinamika sosial yang dapat berkembang sewaktu-waktu.

"Karena itu komunikasi, dialog, dan penguatan nilai-nilai toleransi harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar harmoni yang telah terbangun tetap terjaga," katanya.

FGD itu mengangkat tema "Praktik humanisme religius dalam komunitas beragama di Kalimantan Barat: Memperkuat toleransi, etika, kemanusiaan, dan harmoni sosial untuk pembangunan nasional". Kegiatan tersebut melibatkan akademisi, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, hingga aparat keamanan guna memvalidasi hasil penelitian sekaligus menghimpun berbagai masukan dari masyarakat.

Ia menambahkan, keberhasilan Singkawang meraih predikat sebagai salah satu Kota Toleran di Indonesia sebanyak empat kali berdasarkan Indeks Kota Toleran (IKT) versi SETARA Institute merupakan modal sosial yang harus terus dipertahankan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Forum tersebut, kata Zaenuddin memetakan berbagai tantangan kehidupan beragama di Kalimantan Barat sekaligus merumuskan rekomendasi yang diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah dalam penyusunan kebijakan penguatan moderasi beragama, peningkatan kerukunan umat, dan pembangunan nasional yang berlandaskan nilai kemanusiaan, persatuan, serta penghormatan terhadap keberagaman.

Sementara itu, Kapolres Singkawang melalui Kanit III Sat Intelkam IPDA Efesus mengatakan Polri mendukung setiap upaya penguatan toleransi sebagai bagian dari strategi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

"FGD ini menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat toleransi dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat," katanya.

Menurut dia, sinergi antara aparat keamanan, akademisi, tokoh agama, dan masyarakat menjadi langkah preventif untuk memperkuat kohesi sosial sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang dipicu oleh isu-isu sosial maupun keagamaan.

Pewarta: Narwati
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.