Rumah BUMN Pertamina Aceh Tamiang dan Aceh Timur Catat Telah Bina 1.013 UMKM
Kamis, 17 September 2026 - 18:55 WIB
Jakarta, VIVA – PT Pertamina mencatat secara kumulatif telah membina sebanyak 1.013 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Rumah BUMN Pertamina Aceh Tamiang dan Aceh Timur,
Baca Juga
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan kehadiran Rumah BUMN menjadi wadah pembinaan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat kualitas dan daya saing produk, serta membuka akses terhadap pasar yang lebih luas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Sejak mulai beroperasi, Rumah BUMN Pertamina Aceh Tamiang dan Aceh Timur secara kumulatif telah membina 1.013 pelaku UMKM," ujar Baron dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
Baca Juga
Baron mengatakan, kedua Rumah BUMN telah menyelenggarakan 321 kegiatan pelatihan, memfasilitasi UMKM dalam 207 kegiatan pameran dan perluasan akses pasar, serta mendukung penerbitan 1.375 legalitas dan sertifikasi usaha.
Pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan kebutuhan dan tahapan perkembangan masing-masing UMKM, mulai dari peningkatan kompetensi dan pengelolaan usaha, penguatan branding dan kemasan, pemasaran digital, pemenuhan legalitas dan sertifikasi, hingga fasilitasi promosi dan partisipasi dalam berbagai kegiatan pemasaran.
Baca Juga
Dari ekosistem pembinaan tersebut, sejumlah UMKM lokal terus menunjukkan perkembangan, di antaranya Nalura & Co, Madu Lusera, dan Sahada. Yang, mengembangkan kerajinan anyaman pandan dengan mengangkat kearifan lokal dan budaya Aceh.
Melalui pendampingan Rumah BUMN Pertamina, Nalura & Co mendapatkan penguatan pada aspek branding, pemasaran, digitalisasi, serta pengembangan produk. Pendampingan tersebut turut mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya berfokus pada proses produksi, tetapi juga membangun identitas merek dan mengemas nilai budaya lokal sebagai keunggulan produk.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Inovasi produk juga terus didorong agar kerajinan berbahan pandan dapat mengikuti kebutuhan dan selera konsumen. Dengan demikian, produk anyaman tradisional tidak hanya dipertahankan nilai budayanya, tetapi juga dikembangkan menjadi produk yang lebih fungsional dan relevan dengan pasar saat ini.
"Bagi kami, Rumah BUMN bukan hanya tempat mendapatkan informasi, tetapi juga ruang untuk berdiskusi dalam mengembangkan usaha. Kami semakin memahami bahwa untuk naik kelas, UMKM harus terus belajar dan beradaptasi, mulai dari produk, branding, pemasaran hingga pemanfaatan digital," ujar Ratna Dewi, pemilik Nalura & Co.
Halaman Selanjutnya
Baron menambahkan perusahaan terus mendorong Rumah BUMN Pertamina menjadi pusat pengembangan kapasitas sekaligus penghubung antara pelaku UMKM dengan berbagai peluang untuk bertumbuh.