peezycoineth.vip

Saat IHSG menolak tunduk pada meme politik

2026-08-22 05:14
Konten hiburan boleh saja, tapi jangan sampai saking asyiknya bikin meme, logika matematika dasar kita ikut-ikutan mengalami inflasi

Jakarta (ANTARA) - Di jagat media sosial, kita sering kali disuguhi oleh fenomena menarik yang jamak disebut sebagai market folklore, sebuah mitos pasar yang diproduksi secara massal lewat mesin reels dan algoritma fyp.

Salah satu narasi yang cukup bising dan noisy belakangan ini adalah sebuah premis sinis bahwa tiap kali Presiden Prabowo Subianto maju ke podium untuk berpidato, saat itu pula kurva IHSG bersiap terjun bebas.

Jujur saja, jika kita bedah anatomi narasinya, ruang diskusi ini bukan lahir dari meja para trader profesional yang sibuk menghitung rasio Price-to-Earnings (P/E). Narasi ini murni lahir dari jempol para netizen dengan motif yang sangat benderang, yaitu bentuk sinisme digital dengan balutan politik.

Narasi tersebut dibungkus sebagai konten hiburan, lalu diamunisi menjadi meme visual untuk menyerang figur Prabowo.

Secara psikologis, perilaku netizen seperti ini disebut sebagai apophenia, sebuah kecenderungan kognitif untuk mencari dan menghubungkan pola dari poin-poin data yang sebenarnya acak.

Mereka melakukan cherry-picking atau ingatan selektif dengan memproduksi konten, komen, share, meme saat IHSG memerah pasca-pidato, namun mendadak diam terpaku saat grafik bergerak datar atau menghijau.

Masalahnya, dalam ekosistem ekonomi digital, bias kognitif perorangan ini tidak lagi berdiri sendiri. Ia diamplifikasi secara masif oleh algoritma media sosial yang bekerja berbasis engagement. Ketika sebuah konten meme politik yang menyindir pidato presiden mendapatkan banyak interaksi, algoritma akan merekomendasikannya ke pengguna lain yang memiliki kecenderungan politik serupa.

Akibatnya, terciptalah apa yang disebut sebagai echo chamber alias ruang gema digital. Di dalam ruang isolasi informasi inilah mitos "pidato sama dengan pasar longsor" direproduksi berulang-ulang hingga seolah-olah bertransformasi menjadi sebuah kebenaran ilmiah baru.

Padahal, yang terjadi sebenarnya hanyalah proses pembenaran massal atas bias informasi yang dipelihara secara kolektif oleh publik yang tidak suka.

Namun, narasi politik berbasis meme ini tak berumur panjang, karena pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, tepat saat Presiden menyampaikan pidato kenegaraan nota keuangan RAPBN 2027, indeks kita menolak tunduk pada takhayul digital. IHSG justru melonjak tajam 1,59 persen ke level 6.401,88.

Bagi para kreator meme politik dan penganut fanatik sinisme digital ini, anomali hari Jumat itu tentu memicu disonansi kognitif yang hebat. Bagaimana mungkin sebuah hukum alam yang mereka bangun di kolom komentar tiba-tiba patah begitu saja?

Di sinilah pentingnya kita membawa diskursus ini ke ruang akademik yang lebih jernih. Pasar modal modern hari ini dikendalikan oleh sistem perdagangan berbasis komputer canggih, algorithmic trading, dan kalkulasi risiko kuantitatif berskala makro.

Mesin algoritma

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.