Saksi Sebut Kuota Haji Tambahan Usulan Yaqut, Pengacara Singgung Pertemuan Jokowi di Arab Saudi Tanpa Menag
Saeful Anwar
| 3 September 2026, 23:45 WIB

Mantan Direktur Bina Umrah dan Haji Kementerian Agama, Jaja Jaelani, memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023–2024, di Pengadilan Tipikor Jakarta. - Akurat.co/Saeful Anwar
AKURAT.CO Mantan Direktur Bina Umrah dan Haji Kementerian Agama, Jaja Jaelani, menyebut tambahan 20.000 kuota haji untuk Indonesia pada 2024 bermula dari usulan Menteri Agama saat itu, Yaqut Cholil Qoumas, kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Keterangan itu kemudian dicecar tim penasihat hukum Yaqut dengan menyinggung pertemuan Jokowi dengan pihak Kerajaan Arab Saudi pada Oktober 2023. Dalam kunjungan tersebut, Yaqut disebut tidak ikut mendampingi Presiden.
Hal itu terungkap saat Jaja bersaksi dalam sidang perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023–2024, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (3/9/2026) malam.
Baca Juga: Mantan Direktur Bina Umrah dan Haji Kemenag Akui Kembalikan Lima Ribu Dolar ke KPK
Kuasa hukum Yaqut, Mellisa Anggraini, awalnya mempertanyakan siapa yang meminta tambahan kuota haji kepada Arab Saudi. Jaja semula menjawab Indonesia, kemudian menyebut Menteri Agama.
Mellisa lantas mengonfrontasi jawaban tersebut dengan keterangan Jaja dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang menyebut Presiden.
"Tahun 2024? Bukan pak Presiden seperti BAP-nya saksi?" tanya Mellisa.
"Pak Presiden yang meminta atas usul dari Menteri Agama," jawab Jaja.
Jaja kemudian memperjelas keterangannya. Menurut dia, usulan Menteri Agama disampaikan kepada Presiden untuk selanjutnya diajukan kepada Arab Saudi.
Namun ketika ditanya dari mana mengetahui tambahan 20.000 kuota tersebut berasal dari usulan Menteri Agama, Jaja menyebut informasi yang diketahuinya berasal dari pemberitaan atau media sosial saat kunjungan Presiden ke Arab Saudi.
Mellisa kemudian menggali siapa saja yang mendampingi Jokowi ketika tambahan kuota tersebut diperoleh. Jaja membenarkan Yaqut tidak ikut dalam kunjungan tersebut.
Baca Juga: Saksi Ungkap Pemilik Maktour Travel dan Gus Alex Bahas Pengisian Kuota Haji Tambahan Sebelum Aturan Terbit
"Baik. Menteri Agama ikut enggak pak waktu itu?" tanya Mellisa.
"Tidak ikut," jawab Jaja.
Jaja mengaku tidak mengetahui alasan Yaqut tidak ikut dalam kunjungan tersebut. Menurut keterangannya, Menteri Pemuda dan Olahraga saat itu, Dito Ariotedjo, menjadi salah satu pejabat yang hadir dalam rangkaian kunjungan Jokowi ke Arab Saudi.
Mellisa kemudian menyinggung hubungan keluarga Dito dengan pemilik Maktour sekaligus Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU), Fuad Hasan Masyhur. Namun, Jaja mengaku pada awalnya tidak mengetahui hubungan tersebut.