peezycoineth.vip

Salut! Penjual Mi Bangun Pukul 3 Pagi Selama 60 Tahun Demi Jaga Konsistensi

2026-08-07 08:00

Jakarta -

Banyak kisah penjual makanan gigih yang menginspirasi. Salah satunya pria 80 tahun pemilik gerai fishball noodle terkenal ini yang konsisten bangun pukul 3 pagi demi konsisten menyiapkan menu.

Fishball noodle adalah olahan mi populer di Singapura. Asalnya dari tradisi Teochew dimana hidangan mi ini terdiri dari mi kenyal dan lebar yang disajikan bersama bakso ikan (fishball).

Tekstur bakso ikannya sangat kenyal, gurih, dan tidak amis, sehingga disukai banyak orang. Kadang fishball noodle juga dilengkapi fish cake atau pangsit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu penjual fishball noodle legendaris dan populer di negeri Singa adalah LiXin Fishball Noodles. Cabangnya tersebar di ION Orchard, Chinatown Point, hingga Suntec City Mall.

Dikutip dari Must Share News (4/8/2026), usaha ini dirintis oleh Lim Lee Seng yang kini berusia 80 tahun. Ia mendirikan LiXin Fishball Noodles pada 1968, berawal dari dijajakan di gerobak.

Lim Lee Seng memastikan fishball noodle buatannya selalu memenuhi standarnya. Ia bahkan terjun ke dapur langsung selama 60 tahun dan rela bangun pukul 3 pagi.

Berawal dari pekerja pabrik kayu

LiXin Fishball NoodlesSemangkuk mi bakso ikan buatan LiXin Fishball Noodles. Foto: Must Share News

Lim dulunya bekerja di pabrik penggergajian kayu, tapi kemudian berupaya mencari penghidupan yang lebih baik.

Awalnya, ia mencoba berjualan hidangan sotong, tapi tak lama kemudian ia menyadari bahwa mi bakso ikan lebih banyak menarik minat pelanggan.

Ia pun menjalani masa magang selama 6 bulan di sebuah kedai mi bakso ikan di Telok Ayer sebelum akhirnya membuka usahanya sendiri. Mi bakso ikan buatannya dulu hanya dihargai mulai dari S$0,20.

Proses bikin bakso ikan sendiri tidaklah mudah. Ia belanja ikan ekor kuning sendiri ke pelabuhan, lalu menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengerok daging dari tulangnya, memfillet, mencincang, menguleni, serta mencetak dan membentuk semuanya dengan tangan.

Meski harus bekerja berjam-jam dengan penghasilan yang pas-pasan, ia tak pernah terpikir menyerah. Usahanya berbuah manis, kini LiXin menjadi jaringan kuliner lokal dengan 18 gerai yang tersebar di seluruh Singapura.

Bahkan LiXin Fishball Noodles menjadi satu-satunya merek mi bakso ikan asal Singapura yang meraih penghargaan bergengsi Michelin Bib Gourmand selama lima tahun berturut-turut sejak 2022.

Kini kolaborasi bareng anak

LiXin Fishball NoodlesEddie (kiri) dan ayahnya, Lim Lee Seng (kanan) yang merintis LiXin Fishball Noodles. Foto: Must Share News

Putra Lim, Eddie, awalnya tidak mau menjadi penjual makanan di hawker center setelah melihat orang tuanya melalui pekerjaan yang amat melelahkan.

Namun, ia tergerak membantu usaha bisnis sang ayah setelah gerai di ION Orchard kesulitan berkembang. Akhirnya ia dan ayahnya berkolaborasi menyukseskan bisnis keluarga ini.

Saat ini Eddie mengelola bisnis secara keseluruhan, meskipun kerja samanya dengan sang ayah tidak selalu berjalan mulus. Ia mengaku perdebatan di antara mereka terkadang memanas hingga keduanya saling mendiamkan selama berhari-hari.

Eddie mencoba memperkenalkan alat modern pembuat bakso ikan pada sang ayah, meski awalnya ditolak. Namun ia membiarkan hasil kerjanya yang bicara.

Lim perlahan mulai 'menerima' bantuan dari alat itu yang mampu menghasilkan bakso ikan berkualitas secara lebih efisien, tanpa mengorbankan cita rasa dan tekstur yang sangat ia perhatikan.

Konsistensi jadi kunci

Meskipun LiXin Fishball Noodles memiliki sejarah hampir 6 dekade, Eddie tidak percaya bahwa warisan semata sudah cukup untuk mempertahankan kelangsungan bisnisnya.

"Orang tidak akan menyantap LiXin hanya karena merek ini memiliki sejarah panjang. Mereka menyantapnya karena rasanya enak," kata Eddie.

Menjaga konsistensi rasa di seluruh gerai merek ini telah menjadi salah satu tantangan terbesar, terutama ketika pelanggan membandingkan setiap mangkuk yang mereka santap dengan cita rasa yang mereka ingat dari masa kecil.

Terlepas dari pertumbuhan merek ini, Eddie berharap setiap mangkuk hidangan akan terus menghadirkan rasa familier yang telah lama diasosiasikan pelanggan dengan LiXin secara turun-temurun.

"Ini adalah hidangan yang memberikan rasa nyaman (comfort food). Kami mungkin bukan restoran mewah, tetapi hidangan yang menenangkan hati pun bisa memiliki kualitas yang konsisten," tutupnya.

Halaman 2 dari 2

(adr/adr)