Samarinda operasikan helikopter "waterbombing" tanggulangi karhutla - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, mulai mengoperasikan helikopter pengebom air (waterbombing) bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperkuat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kemarau panjang di wilayah setempat.
Wali Kota Samarinda Andi Harun di Samarinda, Rabu, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi dampak kemarau, termasuk meningkatnya kebakaran lahan dan semak kering dalam beberapa waktu terakhir.
"Sejak awal karhutla terjadi, Samarinda langsung bersiaga terhadap semua potensi dampak dari kemarau panjang dan kekeringan ini,” ujar Andi Harun.
Ia menjelaskan berbagai upaya pencegahan telah dilakukan sebelumnya, mulai dari penyiagaan personel pemadam kebakaran, patroli bersama TNI-Polri, hingga rencana modifikasi cuaca yang dikoordinasikan dengan BNPB.
Namun, kondisi awan yang belum mencukupi membuat upaya modifikasi cuaca belum dapat dilakukan secara optimal.
Mengingat terjadinya peningkatan volume kebakaran lahan semak kering dalam dua pekan terakhir, Pemkot Samarinda mengajukan permohonan dukungan helikopter ke BNPB.
"Kita mulai menerbangkan waterbombing flight agar bisa menjadi satu kesatuan dari operasi kesiapsiagaan kita dalam penanggulangan karhutla di Kota Samarinda,” jelasnya.
Pada penerbangan perdana Selasa (8/9), helikopter tersebut diarahkan menuju kawasan Bantuas.
Air diambil dari lubang bekas tambang (void) di kawasan itu untuk digunakan dalam operasi pemadaman hingga menjelang matahari terbenam sekitar pukul 18.00 WITA.
Andi Harun menegaskan bahwa wilayah operasi helikopter tidak terbatas di Bantuas saja, melainkan mencakup seluruh kawasan Kota Samarinda yang berpotensi mengalami karhutla sesuai kebutuhan di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda akan terus berkoordinasi melekat bersama BNPB serta memperkuat sinergi dengan TNI-Polri di lapangan.
Andi Harun menyebut langkah ini sebagai bentuk upaya maksimal pemerintah melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan berbagai unsur dalam penanggulangan bencana
"Tinggal kita juga memohon partisipasi pihak swasta agar ikut sama-sama berperan dalam penanggulangan semua dampak akibat kekeringan dan kemarau panjang ini,” jelas Andi Harun.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.