Satgas Karhutla Natuna gunakan drone, pantau titik api
Satgas Karhutla Natuna gunakan drone, pantau titik api
Senin, 7 September 2026 19:39 WIB
Tim Satgas Karhutla Natuna saat melakukan pemetaan kebakaran di Bunguran Batubi pada Senin (7/9/2026). ANTARA/HO-BPBD Natuna
Natuna (ANTARA) - Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menggunakan pesawat nirawak atau drone untuk memantau dan mendeteksi titik api, sebagai upaya mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah tersebut.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna Zulheppy dikonfirmasi dari Natuna, Senin, mengatakan drone tidak hanya digunakan untuk memantau keberadaan titik api, tetapi juga untuk mengetahui luas lahan yang terdampak kebakaran.
Menurut Zulheppy, penggunaan drone diperlukan agar data mengenai luasan lahan yang terbakar dapat diperoleh secara lebih akurat. Sebelumnya, petugas masih mengandalkan perkiraan dalam membuat laporan terkait luas area yang terdampak kebakaran.
"Hari ini tim menggunakan drone untuk memetakan titik api dan luasan lahan yang telah terbakar. Untuk luasan masih kita rekap" ucapnya.
Ia menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di Kecamatan Bunguran Batubi. Hingga Senin sore, Satgas Karhutla masih terus melakukan upaya pemadaman di lokasi tersebut.
Kebakaran kata dia, berdampak pada kondisi jarak pandang di sejumlah ruas jalan. Asap akibat kebakaran menutupi jalan dengan jarak pandang yang tidak lebih dari 50 meter sehingga dapat mengganggu aktivitas dan keselamatan pengguna jalan.
Guna mencegah kecelakaan, kata dia, satgas menutup sementara beberapa jalan yang mengalami kebakaran.
Selain melakukan pemadaman, Pemerintah Kabupaten Natuna mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi dampak asap, di antaranya membagikan masker kepada masyarakat dan menerapkan skema belajar dari rumah (BDR).
"Petugas di Posko juga diberikan vitamin untuk menjaga stamina," kata Zulheppy.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.